Pelaku usaha kecil menengah (UKM) pengolahan penganan baby fish (ikan bayi) di Kampung Joglo, Desa Sabandar, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, curhat ke Uu Ruzhanul Ulum.
Mereka meminta Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 itu untuk membantu promosi agar penjualan dan pendapatannya dapat meningkat.
Haji Wildan, pemilk Suhada Food, mengaku dalam sehari mampu mengolah 7 kilogram bayi ikan emas atau nila. Hasil produksinya telah di pasarkan ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Sukabumi dan Bandung.
Menurut dia, kendala yang dialami mulai dari permodalan, pengolahan produksi, hingga pemasaran.
"Usaha kami sudah jalan, tinggal butuh perhatian dari pemerintah, seperti bantuan promosi agar penjualan meluas dan pendapatan meningkat," ucapnya dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Kamis (26/4).
Kang Uu kaget melihat majunya industri olahan baby fish milik Haji Wildan. Selain dapurnya bersih, kegiatan pengolahan ini dilakukan secara profesional, tertib dan teratur.
Menurut dia olahan baby fish dengan merk Suhada Food tersebut tidak kalah dengan produk serupa yang dibuat oleh industri besar. Bahkan lebih sehat karena tidak menggunakan zat pengawet.
"Rasanya sangat gurih, renyah dan enak. Bisa dimakan langsung atau menjadi teman nasi," ujar Bupati Tasikmalaya 2 periode ini.
Terkait masalah promosi, Kang Uu menjelaskan, paslon Rindu (Ridwan Kamil -Uu) memiliki program satu desa satu perusahaan. Jika kampung Joglo ini spesialisasinya membuat penganan dari baby fish, maka fokuskan dan tingkatkan kualitas produknya. Selanjutnya, tugas gubernur dan wagub untuk membantu memasarkan produknya.
"Yang penting packaging-nya bagus, orang akan tertarik membelinya tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga bisa dijadikan buah tangan," jelas Kang Uu.
Selain itu, Kang Uu menilai wirausaha bisa menjadi solusi mengurangi tingginya angka kemiskinan di Jabar. Oleh karena itu, warga didorong berani membuka kegiatan usaha, selain untuk melatih kemandirian juga dapat mengurangi pengangguran karena usahanya mampu menyerap tenaga kerja.
"Wirausaha menjadi pintu bagi warga Jabar meningkatkan kesejahteraan. Jadi pengusaha lebih bebas dan nyaman, berbeda kalau menjadi karyawan yang harus terikat dengan jam kerja," tandasnya.
[sam]