Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Musibah Jembatan Widang

MINGGU, 22 APRIL 2018 | 06:29 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MUSIBAH Jembatan Widang memprihatinkan bangsa Indonesia yang sedang menggelorakan semanat pembangunan infra struktur demi kesejahteraan rakyat.

Kantor berita nasional Antaranews memberitakan bahwa Komisi V DPR meminta aparat penegak hukum segera menyelidiki penyebab ambruknya Jembatan Widang di perbatasan Kabupaten Lamongan dan Tuban, Jawa Timur, 17 April 2018.

DPR
"Aparat penegak hukum harus melakukan investigasi, siapa yang bersalah dan siapa yang melakukan kelalaian. Kalau tidak ada perawatan jembatan selama ini dan lalai, harus segera ditindak," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Sigit Sosiantomo di Jakarta, 18 April 2018.

"Aparat penegak hukum harus melakukan investigasi, siapa yang bersalah dan siapa yang melakukan kelalaian. Kalau tidak ada perawatan jembatan selama ini dan lalai, harus segera ditindak," kata Wakil Ketua Komisi V DPR Sigit Sosiantomo di Jakarta, 18 April 2018.

Komisi V DPR menyesalkan ambrolnya jembatan Widang yang menewaskan sedikitnya dua pengguna jalan. Komisi yang membidangi infrastruktur tersebut menilai penyelenggara jalan bisa dipidana kalau tidak segera memperbaiki jembatan peninggalan Belanda tersebut.

"Kami prihatin dengan musibah ini. Terlebih ada korban jiwa. Seharusnya jembatan ini sudah diperbaiki atau diganti karena sudah tua dan sudah berulang kali rusak. Ini kali kedua ambruk. Kami menduga ada kelalaian dan bisa dipidana sesuai dengan UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),".

Menurut UU 22/2009 tentang Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Jalan pasal 275 ayat 3, setiap penyelenggara jalan yang tidak segera memperbaiki jalan rusak sehingga menimbulkan korban jiwa dapat dikenakan sanksi hukum.

Rehabilitasi
Untuk menghindari musibah serupa, DPR meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera merehabilitasi jembatan tua yang berada di jalur Pantura. Dia mengutip hasil audit teknis Kementerian PUPR tahun 2012 yang menyebutkan bahwa 158 jembatan lain di jalur Pantai Utara Jawa memerlukan rehabilitasi.  

Berdasar hasil evaluasi teknis kementerian tersebut, kerusakan jembatan di Jalur Pantura umumnya terjadi akibat beban aktual yang melebihi batas izin dalam Cummulative Equivalent Standard Axle (CESA), campuran aspal yang kurang baik pada lapis atas, dan konsentrasi 70 persen kendaraan besar di lajur cepat.

Komisi V DPR meminta Kementerian PUPR ketat mengawasi pelaksanaan pengerjaan semua proyek infrastruktur, khususnya jembatan, memperbaiki mutu aspal dan campuran hotmix berdasar kriteria korelasi umur  dengan beban aktual. Di samping giat membangun yang baru, jangan lalai untuk cemat mengawasi dan merawat yang lama.

Rakyat

Saya pribadi menyampaikan rasa ikut berduka mendalam kepada sanak keluarga yang ditinggalkan para korban musibah Jembatan Widang.

Sebagai rakyat Indonesia , saya berterima kasih kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang terbukti masih memiliki para anggota yang bukan mewakili kepentingan partai politik dan diri sendiri namun benar-benar berupaya mewakili kepentingan rakyat dalam memperoleh hak atas keamanan diri masing-masing sebagai pengguna jalan raya di persada Nusantara tercinta ini.

Sebagai rakyat yang menggunakan jasa dan pelayanan perjalanan, saya mengharapkan agar pihak yang berwenang dan bertanggung-jawab atas musibah Jembatan Widang berkenan seksama mendengarkan dan menerima masukan saran dari DPR demi menyelenggarakan jasa dan sarana pelayanan perjalanan yang baik, nyaman dan aman kepada seluruh rakyat Indonesia.[***]

Penulis adalah Rakyat Indonesia


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya