Penentuan lokasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) sampai saat ini belum diputuskan dengan alasan masih menunggu rekomendasi dari gubernur.
Padahal, Gubernur Bali Made Mangku Pastika jauh-jauh hari sudah mengeluarkan rekomendasi yang isinya BIBU dibangun di laut atau tepi pantai.
"Sampai saat ini kami masih menunggu rekomendasi dari Gubernur Bali, apakah ditetapkan di pantai atau area persawahan," ujar Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Bintang Hidayat saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (21/4).
Di kesempatan yang berbeda, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatana meminta BIBU segera dibangun.
Adi menilai pembangunan BIBU merupakan wujud dari program Nawacita Presiden Joko Widodo.
Menurutnya kalau pembangunan BIBU tidak terealisasi atau diundur-undur akan memberikan citra buruk terhadap pemerintah.
"Pertanyaannya kapan pastinya? Kalau 10 tahun lagi sama saja bohong," ujar Adi.
Adi menjelaskan BIBU sudah menjadi harapan masyarakat di Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng, sejak tahun 2004.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tambah mengatakan, masyarakat Bali berpegangan pada rekomendasi Gubernur Bali dalam menentukan penlok bandara Bali Utara.
"Penunjukan lokasi yang direkomendasikan Gubernur Made Mangku Pastika yaitu dibangun di laut atau tepi pantai," tegasnya.
Menurutnya, dibangunnya BIBU di laut atau pinggir pantai tidak akan menggusur tempat-tempat ibadah dan situs bersejarah di sekitarnya.
Yang terpenting, lanjut Nengah Tamba, dibangunnya BIBU secepatnya, maka akan dapat menciotakan keseimbangan antara Bali utara dan selatan.
[ian]