Berita

Oesman Sapta/Net

Politik

Ketum Hanura: Itu Yang Bayar Survei Siapa?

SABTU, 21 APRIL 2018 | 12:18 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta tetap legowo ketika ditanya terkait rilis survei Cyrus terhadap elektabilitas partai politik dimana Hanura terancam gagal masuk Parlemen.

"Ya biarin saja, itu kan yang ngomong survei," kata OSO usai memberikan orasi kebangsaan di Universitas Sangga Buana YPKP, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/4).

Sambil berseloroh, ketua DPD RI itu mengatakan bahwa hasil sebuah survei sebetulnya bergantung pada pihak yang membiayainya.


"Itu kan tergantung yang bayar surveinya siapa?" sebut OSO.

Lembaga survei Cyrus Network merilis hasil survei terbarunya, Kamis (21/4). Survei yang dilakukan pada 27-3 April 2018 melibatkan 1.239 responden dari 123 desa/kelurahan di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 3 persen.

Hasilnya, 1. PDIP 26,9 persen, Partai Golkar 11,5 persen, Partai Gerindra 11,5 persen, PKB 7,3 persen, Partai Demokrat 5,0 persen, PPP 4,3 persen, Partai Perindo 4,3, persen PKS 3,5 persen, Partai Nasdem 3,3 persen, PAN 1,5 persen, Partai Hanura 1,0 persen, Partai Berkarya 0,8 persen, PSI 0,3 persen, Partai Garuda 0,3 persen, dan PBB 0,2 persen. Dan, yang elum memutuskan 13,6 persen, tidak memilih 0,8 persen, serta rahasia/tidak menjawab 3,8 persen.

Untuk diketahui, UU 7/2017 tentang Pemilu mengatur ambang batas Parlemen adalah 4 persen dari total suara sah nasional di pemilu legislatif. [rus]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya