Berita

Foto/Net

Dunia

Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos Gara-gara Bahas Duit Pensiun Veteran

SABTU, 21 APRIL 2018 | 10:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Anggota parlemen Taiwan, kemarin, terlibat adu jotos hebat saat melakukan rapat seputar pemotongan duit pensiun veteran perang. Awalnya hanya adu mulut dan saling lempar dokumen, berlanjut saling tinju.

 Sejak Jumat pagi (20/4), para anggota parlemen membahas Rancangan Undang-Undang yang mengurusi biaya pen­siun veteran perang. Dalam RUU ini, uang pensiun veteran perang bakal dipotong sampai 18 persen. Pemotongan uang pensiun ini merupakan bagian dari langkah penghematan yang dilakukan pemerintah Taiwan.

Para anggota parlemen dari Partai Kuomintang membawa spanduk yang bertuliskan tun­tutan kepada Presiden Tsai Ing-wen untuk meminta maaf kepada para veteran. Mereka juga berteriak-teriak bahwa pe­merintahan Tsai Ing-wen meru­pakan pemerintahan 'penindas' yang menekan orang lemah.


Anggota Kuomintang lainnya juga meminta Ketua Parlemen Tuan Yi-kang untuk mengirimkan ucapan permintaan maaf resmi kepada seluruh veteran "karena telah bersikap rakus hingga tega memotong jatah para veteran."

Kericuhan oleh anggota Par­tai Kuomintang ini pun beru­jung ricuh karena anggota parlemen lainnya ikut emosi melihat perilaku mereka yang kelewatan.

"Turun! Bicaralah dengan sopan" teriak salah satu anggota parlemen kepada personel Kuo­mintang yang berteriak sambil naik ke atas meja.

Sementara itu, Presiden Tsai Ing-wen sudah meminta maaf lewat tayangan televisi lokal. Menurut Tsai, pemotongan uang pensiun diberlakukan kepada semua pihak "demi efisiensi pengeluaran negara."

"Saya tahu ini akan melukai banyak pihak. Namun, tindakan ini perlu dilakukan agar negara ini berjalan dengan baik," ujar sang presiden.

Pemerintahan menyebut jika tidak ada pemotongan uang pensiun, maka Taiwan akan bangkrut pada 2020.

Tsai telah mendorong banyak reformasi kontroversial -termasuk masalah perkawinan sesama jenis dan soal buruh. Perkelahian sela­ma sesi sidang parlemen hal yang biasa di Taiwan. Meski demikin, aksi ini tidak menyebabkan luka serius. ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya