Berita

Foto/RMOLJateng

Nusantara

Debat Paslon Gubernur Jateng Diwarnai Adu Yel-Yel Dan Program

SABTU, 21 APRIL 2018 | 04:41 WIB | LAPORAN:

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen dan Sudirman Said-Ida Fauziyah melakoni debat perdana KPU Jateng di Ballroom Rama Shinta Hotel Patra Jasa, Jumat (20/4) malam.

Pasangan calon nomor urut satu, Ganjar Pranowo - Taj Yasin Maimoen kompak mengenakan kemeja putih. Sedangkan paslon nomor urut dua kompak mengenakan batik.

Keduanya menghadiri Debat Terbuka Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 tahap pertama. Tema yang diangkat kali ini meliputi kesejahteraan sosial.


Masing-masing paslon pun membawa ratusan pendukungnya yang melontarkan yel-yel

"Nomor satu tetep terpilih, Ganjar Yasin dados malih. Nomor siji tetep terpilih, Ganjar Yasin dados malih," nyanyi pendukung pasangan Ganjar Yasin.

Begitu pula paslon nomor urut dua, juga melantunkan yel-yel andalannya. Tak mau kalah dengan pendukung paslon satu.

"Sudirman Ida, menang menang menang. Bangun Jateng mukti bareng, Jateng mukti tanpa korupsi," balas pendukung paslon dua.

Selain adu yel-yel kedua kandidat juga beradu gagasan. Isu pondok pesantren dan madrasah diniyah jadi salah satu bahan debat.

Dimulai dari Ida yang mengajukan pertanyaan pada Gus Yasin tentang kesejahteraan lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

Ida mempertanyakaan peran pemerintah Jawa Tengah terhadap pondok pesantren dan madrasah diniyah. Menurutnya, tidak ada perhatian pemprov Jateng terhadap pondok pesantren dan madrasah.

"Mereka dibiarkan berjalan sendiri," kata Ida seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Gus Yasin menolak anggapan pemprov Jateng. Ia mengatakan pemerintah sudah berusaha menyalurkan bantuan sosial. Namun menjawab banyak anggaran bantuan sosial dan bantuan keuangan,  tidak terserap.

Sebab, ada aturan pemeritah pusat untuk bantuan sosial, suatu lembaga harus bebadan hukum.

"Saat ini izin-izin lembaga pendidikan itu sedang diurus," ucap politisi PPP itu.

Ia juga menuturkan sudah memprogramkan bantuan untuk pondok pesantren serta madrasah diniyah senilai Rp 331 miliar. Ia juga memikirkan beasiswa untuk para penghafal alquran.

Setelah mendapat penjelasan, Ida memaparkan program untuk pondok pesantren dan madrasah.

Jika terpilih Ida berjanji akan mengalokasikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk sarana dan prasaran ponpes dan madin. Kemudian bantuan Rp 110 miliar per tahun bagi pondok pesantren dan madrasah. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya