Berita

Johnny G Plate/RMOL

Politik

Sekjen Nasdem: Dua Tujuan 'Politik Utusan' Jokowi

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 13:52 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem Johnny G. Plate mengungkapkan 'politik utusan' yang dijalankan Presiden Joko Widodo memiliki dua tujuan utama yaitu kerjasama politik dan pertarungan asimetris.

"Tujuan yang pertama, kerjasama politik lintas partai politik baik di dalam koalisi pemerintah maupun di luar koalisi pemerintah," kata dia di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4).

Menurut Johnny G. Plate, kerjasama antar parpol masih tetap diperlukan.


"Kabinet kerja ini kan masih bekerja dua tahun kurang, jangan karena pemilihan umum malah diisi dengan kehancuran Indonesia, kita harus tetap solid sampai pemerintahan berakhir," ujar dia.

Tujuan kedua, menyangkut pertarungan asimetris, artinya saling berkontestasi sekaligus bekerja sama dalam mengusung calon presiden.

"Kedua, kita bersama-sama atau berbeda di dalam Pemilu 2019 itu pertarungn asimetris, kenapa asimetris? Kita bisa berkoalisi sebagai pengusung calon presiden tapi kita berkontestasi di pemilu legislatifnya, saling bersaing, jadi dia asimetris," ujar Johnny G. Plate.

Pertarungan asimetris inilah yang diharapkan dapat menciptakan suasana pemilu yang disambut suka ria oleh masyarakat.

"Diharapkan nanti justru pemilihan umum ini bukan menjadi arena dan momentum pemecah belehan bangsa, momentum itu justru menggunakan demokrasi untuk memilih pemimpin, bersama-sama bertanggung jawab menjaga agar pemilu kita sukses, berkualitas, pemimpin yang dihasilkan pun berkualitas sehingga rakyat dapat memilih dengan suka ria, kita namakan pemilu sebagai pesta demokrasi," tuturnya.

Ditambahkan Johnny G. Plate, upaya Presiden Joko Widodo yang mengutus Menko Polhukam Wiranto bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, dan Menko Maritim Luhut Pandjaitan bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, sebagai wajah demokrasi Indonesia yang sesungguhnya.

"Dua komunikasi itu yang ingin dibangun, tidak hanya lintas koalisi tapi harus cross koalisi, lintas oposisi. Hal itu baik dan itu hal yang biasa, sebab demokrasi kita itu bukan demokrasi liberal barat, demokrasi kita ini demokrasi liberal Indonesia, pertarungan yang bebas tapi dengan cara dan kultur yang Indonesia, itu yang harus kita pertahankan," paparnya. [rus]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Ledakan Malam Takbiran di Grobogan dan Pekalongan, 10 Orang Terluka

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49

Ziarah Makam Korban Longsor Cisarua Diwarnai Suasana Emosional

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:35

Fahira Idris: Jadikan Idulfitri Momen Kebangkitan Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:53

SBY dan Keluarga Silaturahmi ke Prabowo di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:16

Mendes: 20 Persen Keuntungan Kopdes Merah putih untuk Desa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:54

Dengan Kerjasama, Stabilitas Kebutuhan Pokok Terjaga

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:26

Gubernur Pramono Ajak Warga Jaga Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:33

Soroti Pajak Ganda, DPR: Sudah Lama Sistem Dibiarkan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:43

Didampingi Didit, Prabowo Open House Khusus Masyarakat di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:13

Idulfitri Momentum Perkuat Komitmen Pembangunan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:54

Selengkapnya