Berita

Dubes Prancis Jean Charles Berthonnet, Dubes Inggris Moazzam Malik dan Dubes Amerika Serikat Joseph Donovan.

Dunia

Duta Besar Amerika, Inggris & Prancis Sambangi Menlu Retno

Ajak Indonesia Berantas Senjata Kimia
JUMAT, 20 APRIL 2018 | 09:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Satu per satu mobil para Duta Besar (Dubes) memasuki area Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Pejambon, kemarin. Di antaranya, Dubes Prancis Jean Charles Berthonnet, Dubes Inggris Moazzam Malik dan Dubes Amerika Serikat Joseph Donovan.

Berthonnet menjadi duta besar pertama yang memasuki gedung utama Kemlu. Dia da­tang pada pukul 10.15 WIB. Dubes Malik menyusul kemu­dian. Sekitar pukul 10.25 WIB datang Dubes Donovan.

Ketiganya kompak berjas ge­lap dan memasang wajah serius saat memasuki gedung utama Kemlu. Mereka menemui Men­teri Luar Negeri Retno Marsudi atas insiatif sendiri.


"Kami sengaja datang untuk mengajak Indonesia bergabung bersama kami, untuk menekan Presiden Bashar al Assad dan sekutunya untuk menghentikan pemakaian senjata kimia," tegas Dubes Malik.

Dia menekankan, saran ini sudah pernah disinggung dalam pertemuan dengan Menlu Retno pekan lalu.

"Iya (membahas soal Suriah). Kami ingin Indonesia mau mem­bantu mendesak Suriah dan se­kutunya mau bertanggung jawab atas korban serangan senjata kimia," sambung Malik.

Dia menyebut Indonesia memi­liki andil karena termasuk dalam Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

"Kami memanggil Indonesia sebagai calon dewan eksekutif OPCW untuk bergerak me­nekan Suriah dan sekutunya untuk memberi akses kepada tim penyidik independen untuk memeriksa wilayah Douma," jelas Malik.

Menambahkan, Dubes Dono­van menyebut, yang bersalah adalah rezim pemerintahan As­sad. Kata dia, Assa telah berka­li-kali menyerang rakyatnya sendiri dengan senjata kimia. Padahal, kata dia, penggunaan senjata kimia dilarang Perserika­tan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Serangan pasukan kami be­berapa hari lalu adalah bentuk komitmen kami untuk memasti­kan larangan ini dipatuhi," tegas Donovan.

Sebelumnya, Pemerintah In­donesia menyampaikan rasa prihatin atas serangan koalisi AS ke Douma akhir pekan lalu. Indonesia mengimbau agar semua pihak menahan diri dan mencegah memburuknya situasi di Suriah.

Meski demikian, Donovan menyebut, tekanan kepada Suriah perlu dilakukan. "Karena mereka sudah menandatangani konvensi pelarangan senjata kimia pada 2003. Mereka tidak menjalankan komitmen mereka. Ini perlu dite­gur," sahut Dubes Berthonnet.

Berthonnet menyampaikan keinginannya agar Suriah tidak lagi melewati batas dalam meng­hadapi konflik sosial.

"Jika mereka kelewat batas, kami akan ingatkan dengan tegas seperti yang sudah-sudah," tegas Berthonnet.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu, Amerika Serikat, Prancis dan Inggris melakukan serangan be­sar-besaran terhadap Suriah. Ke­tiganya menyatakan, serangan itu menargetkan fasilitas kimia milik pemerintah Suriah, yang diduga sebagai pusat pengembangan dan produksi senjata kimia.

Serangan ini mendapat dukungan kuat dari negara Eropa dan Barat. Negara Eropa dan Barat menyatakan, serangan kepada pemerintahan Assad diperlukan untuk memberikan peringa­tan, bahwa penggunaan senjata kimia tidak bisa dimaafkan. Se­mentara itu, sekutu Suriah, yakni Rusia dan Iran mengecam keras serangan tersebut. ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya