Berita

Mahyudin/Net

Mahyudin: Lagu Iwan Fals Ingatkan Rakyat Waspadai Tantangan Global

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 02:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bangsa Indonesia mulai memasuki tantangan global. Pengaruh globalisasi akan semakin luas dan persaingannya semakin tajam. 

Begitu kata Wakil Ketua MPR RI Mahyudin saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gresik, Jawa Timur, Kamis (19/4).

Dia menyayangkan, di tengah tantangan global itu, bangsa ini masih terlena menjadi bangsa yang konsumtif dan hanya mengandalkan sumber daya alam yang melimpah.


"Potret keadaan tersebut tergambar pada lirik lagu Iwan Fals yang berjudul Mimpi Yang Terbeli, liriknya, ‘Segala produksi ada di sini menggoda kita tuk memiliki, hari-hari kita berisi hasutan, hingga kita tak tahu diri sendiri’. Lihat kapitalisasi masuk ke Indonesia tanpa bisa kita bendung. Kita bisa lihat semua produk hampir semua dimiliki asing," katanya.

Diutarakan Mahyudin, Indonesia yang memiliki penduduk yang besar sekitar 260 juta lebih adalah potensi pasar yang sangat besar dan Indonesia punya kemampuan untuk membeli, karena Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah. 

“Inilah kita secara tidak sadar masuk ke dalam pusaran penjajahan ekonomi yang membuat kita terus menerus menjadi masyarakat konsumtif yang terus menggerus sumber daya alam kita sendiri," ungkapnya.

Mahyudin mengatakan, semestinya dengan sumber daya alam yang sedemikian besar, Indonesia bisa memenuhi kebutuhannya sendiri bahkan memenuhi pasar global dengan mengelola sumber daya alamnya menjadi produksi jadi, bukan hanya menjual bahan mentah hasil alam yang lama kelamaan akan habis.

"Maka dari itu mumpung sedang dalam tahun politik pilkada dan nanti pileg serta pilpres, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memilih kepala daerah, wakil rakyat bahkan pemimpin nasional yang mengedapankan sektor industri agar, industri di Indonesia bergairah dan mampu disejajarkan dengan negara-negara industri lainnya," tandasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya