Berita

Sergey Lavrov/Net

Dunia

Kepercayaan Rusia Kepada Amerika Cs Terus Menipis

RABU, 18 APRIL 2018 | 11:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Banyaknya tindakan tidak terduga dari Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, membuat Rusia keki. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, rasa percaya negaranya kepada Amerika Cs terus menipis.

Pasca insiden serangan racun terhadap bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal dan serangan udara koalisi AS ke Suriah, Rusia terus dijadikan kambing hitam.

"Mereka bilang tidak bisa mempercayai Rusia. Padahal, Rusia jelas sudah kehilangam rasa percaya kepada Amerika dan sekutunya. Kami kecewa," ujar Lavrov.


Meski demikian, Lavrov me­nyebut Rusia tidak sepenuhnya membenci AS dan negara saha­batnya. Lavrov itu mengatakan, hubungan antara Rusia dengan AS jauh lebih buruk dibanding­kan pada masa Perang Dingin.

Menurutnya, pada masa Perang Dingin masih ada beberapa saluran komunikasi yang terjalin dan tidak ada 'Russophobia'. "Kami tidak menerima klaim negara-negara Barat bahwa serangan ke Suriah menarget­kan fasilitas senjata kimia dan tidak mendorong terjadinya perubahan rezim di sana. Anda berbicara, kami menginginkan fakta," tegas Lavrov.

Lavrov juga menyinggung tudingan AS soal terjadi serangan senjata kimia di Douma pada 7 April lalu, adalah kebohongan. Dia menambahkan, Pemerintah Rusia akan mengizinkan tim pemeriksa senjata kimia untuk mengunjungi Douma.

Organisasi Pelarangan Sen­jata Kimia (OPCW) segera mengirimkan tim pemeriksa ke Suriah untuk melakukan pengu­jian mengenai kebenaran lapo­ran tersebut. Namun, sebelum pemeriksaan dilakukan, Sabtu (14/4), AS, Inggris dan Prancis melakukan serangan rudal yang menargetkan fasilitas yang didu­ga sebagai lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah.

Para pemeriksa dari OPCW tiba di lokasi Rabu (11/4). Mereka mengumpulkan sampel tanah dan sampel-sampel lain­nya, jika ada, yang digunakan dalam serangan. Utusan Amerika Serikat (AS) untuk OPCW menyampaikan kecemasan mengenai kemungkinan adanya "perusakan" untuk menghilangkan bukti yang dilakukan pihak Rusia di lokasi terjadinya serangan.

"Adanya sejumlah masalah keamanan telah membuat tim investigasi belum bisa men­jangkau Douma," kata Direktur Jenderal Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) Ahmet Uzumcu.

Otoritas Suriah sebelumnya telah menawarkan 22 orang un­tuk diwawancara sebagai saksi mata. Uzumcu saat ini berharap kesepakatan yang dibutuhkan bisa segera dibuat agar tim investigasi independen bisa dikerahkan ke Douma secepatnya. ***

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya