KBRI Kiev mengadakan festival seni, budaya, dan kuliner di Hall Universitas Tarash Shevchenko, kemarin (Selasa, 17/4).
Acara tersebut menjadi festival budaya dan kuliner terbesar di kampus Tarash Shevchenko yang turut dihadiri anggota delegasi DPD RI pimpinan Ajieb Padindang.
"Kami setiap tahun mengadakan kegiatan budaya. Namun tahun ini, kegiatan budaya yang kami selenggarakan semakin masif atas komitmen mendukung visi Pak Dubes melakukan diplomasi budaya. Acara tahun-tahun ini lebih besar dari tahun lalu," kata konsuler KBRI Kiev, Gatot Amrih dalam keterangannya.
Amrih mengharapkan secepatnya KBRI Kiev mampu mengadakan festival budaya dengan scope nasional di Ukraina. Menurutnya, India saja mampu membuat acara festival budaya nasional Yoga di Maidan Square tahun lalu.
"Saya kira kita juga mampu tentu saja dengan kemasan yang berbeda. Kita ingin Indonesia membumi di seluruh penjuru Ukraina seperti yang selalu didengungkan Pak Dubes dalam setiap rapat," ujarnya.
Acara dibuka langsung oleh Dubes Yuddy Chrisnandi dilanjutkan sambutan Direktur Jurusan Bahasa dan Sastra Asia Timur Jauh, Universitas Tarash Shevchenko, Prof. DR. Ivan Bondarenko.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo Himawan selaku ketua penyelenggara kegiatan menerangkan, festival Indonesia ini menggabungkan tiga tema sekaligus yaitu seni, budaya, dan kuliner.
"Kami menjaring bakat-bakat mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di kampus Tarash. Seperti misalnya tadi mahasiswa tingkat 4, Natalia Svets membacakan cerita berjudul Tisna Wati, juga Yevgenia Trukhan dan Iryna Bahinska, membacakan cerita tentang kancil dan buaya," paparnya.
Himawab menambahkan, pada gelar budaya ini pengunjung bisa melihat langsung
fashion show baju adat khas Indonesia dari Lampung, Sumatra barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali. Ada pula teater yang dibawakan mahasiswa-mahasiswa tingkat 2 tentang Putri Chandra Kirana dan Pangeran Galuh.
"Pesan Pak Dubes untuk menancapkan rasa Indonesia di hati para mahasiswa, Insya Allah, dapat tercapai melalui gelar budaya ini," harapnya.
Acara berlangsung pada pukul 11.00 sampai dengan 14.00 waktu setempat. Sementara itu di Aula Universitas Tarash digelar makanan-makanan khas Indonesia. Ada bihun goreng, bolu kering bali, kerupuk udang, bakwan manis jagung dan aneka minuman khas Indonesia. Makanan tersebut dihidangkan untuk seluruh peserta yang hadir.
Di sela-sela acara juga disajikan tarian Bajidor Kahot dan Sintren. Tarian khas tersebut dibawakan oleh staf KBRI, Puput Ratsari yang berkolaborasi dengan Ayesha Fatma Nandira dan mahasiswa Tarash Shenvchenko, Anastasia Pustilnyk.
Pada puncak acara dinyanyikan bersama lagu gebyar-gebyar oleh hadirin. Suaranya membahana, menyeruak di lingkungan Universitas Tarash Shevchenko.
[wid]