Berita

KH Aceng Zakaria dan Rizal Ramli/Dok

Politik

Sekilas Cerita: Persis, Sukarno & Rizal Ramli

SELASA, 17 APRIL 2018 | 15:06 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

WAKTU dalam pembuangan di Endeh, pada 1 Desember 1934 Sukarno menulis sepucuk surat untuk seorang sahabatnya di Bandung.

Dalam minggu-minggu pertama pengasingannya yang sunyi itu Sukarno minta dikirimi buku-buku tentang Islam, yaitu buku tentang pengajaran salat, utusan Wahabi, Al Muchtar, debat Talqien, Al Burhan, dan Al Jawahir.

"Kemudian daripada itu, jika saudara ada sedia, saya minta sebuah risalah yang membicarakan soal sayid...’" tulis Sukarno.


Ketika buku-buku itu tiba, hampir dua bulan kemudian, ialah pada 25 Januari 1935, Sukarno senang bukan main.

"Kiriman buku-buku gratis beserta kartupos telah saya terima dengan girang hati, dan terimakasih yang tiada hingga. Saya menjadi termenung sebentar, karena merasa tak selayaknya dilimpahi kebaikan hati saudara yang sedemikian itu...".

Siapakah pengirim buku yang dermawan itu? Tiada lain dia adalah sahabat karib Sukarno, seorang guru dan ulama terpandang di Bandung yang juga pemimpin organisasi terkemuka, Persis (Persatuan Islam), T.A. Hassan.

Sebagai orang buangan (interniran politik) Sukarno menghabiskan waktu antara lain dengan membaca buku, terutama buku-buku mengenai Islam.

"Maklum, pekerjaan saya sehari-hari sesudah mencabut-cabut rumput di kebun dan mengobrol dengan anak-bini buat menggembirakan mereka, ialah membaca saja. Berganti-ganti membaca buku-buku ilmu pengetahuan sosial dengan buku-buku yang mengenai Islam" tulis Sukarno lagi. (Halaman 325-328, Di Bawah Bendera Revolusi jilid I).

Tentang pembuangan Sukarno ke Endeh (1934) ini, Bernhard Dahm menulis satu Bab khusus di dalam bukunya, Minat Sukarno Pada Islam di Pembuangan.

Dahm menyebut pembuangan itu sebagai perjalanan menuju kesepian.

Bersama dengan kesunyian lahir, Sukarno juga menderita kesunyian batin. Di Endeh lah Sukarno mulai mengembangkan kesungguhannya mempelajari Islam, antara lain melalui korespondensi yang intensif dengan ulama T.A. Hassan, yang kemudian membukukan surat-surat tersebut dalam 'Surat-Surat Islam Dari Endeh'…

Zaman bergerak, waktu beranjak. Persis sebagai sebuah organisasi terkemuka yang ikut andil dan memberikan sumbangsih dalam perjuangan bangsa nampaknya terus mengikuti dinamika zaman dan menaruh kepedulian yang mendalam terhadap kondisi yang berkembang di dalam masyarakat, termasuk aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat yang menginginkan Indonesia lebih baik.

Dalam konteks ini saat menerima kunjungan tokoh nasional Dr Rizal Ramli beberapa hari yang lalu Persis menyatakan dukungannya serta mendoakan Rizal Ramli untuk dapat menjadi pimpinan nasional yang akan memandu jalan ke arah perbaikan bagi bangsa ini.

Sukarno & Rizal Ramli sendiri memiliki persinggungan sejarah. Kedua-duanya adalah tokoh pergerakan, mengalami pesemaian nasionalisme di kota yang sama yaitu Bandung, sama-sama menempuh pendidikan di ITB, meski berbeda kurun waktu keduanya merupakan patriot yang melawan penindasan ekonomi dan berbagai bentuk ketidakadilan, bahkan mengalami persamaan kepedihan riwayat sama-sama dijebloskan ke dalam bui di Sukamiskin dan mengalami berbagai tekanan rezim.

Secara esensi, Persis, Sukarno & Rizal Ramli memiliki kesamaan jejak langkah dan pertalian perjuangan, yakni sama-sama ingin mewujudkan kemerdekaan sejati untuk rakyat, dalam pluralisme, toleransi, perekonomian nasional yang mensejahterakan, demokrasi yang berlandaskan hukum, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salam hormat dan takzim untuk KH Aceng Zakaria, Ketua Umum Persis.[***]


Penulis merupakan Wartawan Senior 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya