Berita

Ahmad Yani/Net

Politik

PPP Khittah Janji Bawa Jutaan Suara Ke PBB

SELASA, 17 APRIL 2018 | 02:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Bulan Bintang (PBB) yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra masih konsisten berjuang membela umat Islam. Atas alasan itu, sejumlah elit PPP menyebrang ke PBB.

Begitu terang mantan Sekretaris Majelis Pakar PPP, Ahmad Yani saat berada di Kantor DPP PBB di Jalan Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan, Senin (16/4).

Menurutnya, saat ini PPP kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz sudah melenceng dari khittah perjuangan partai. Atas alasan itu, dia dan sejumlah senior membentuk PPP Khittah untuk mengembalikan kemurnian visi dan misi berpolitik sesuai landasan keislaman.


"Saya tegaskan kami bukan mewakili kubu Djan atau Romi. Djan, yang memutuskan mendukung Ahok tidak sejalan dengan keinginan kader. Begitu juga Romi yang sikap politiknya tidak berseberangan dengan umat," terang Ahmad Yani.

Sementara keputusan PPP Khittah bergabung dengan PBB, sambungnya, didasari pada paradigma yang sama. Sebab, PBB hingga saat ini masih konsisten berjuang membela umat.

"PBB sekarang sudah jadi magnitude yang menyuarakan aspirasi umat Islam. Kita bergabung ke sini ingin menjadi bagian untuk memperjuangkan kepentingan umat," terangnya.

Ahmad Yani menyebut bahwa bergabungnya PPP Khittah ke PBB ini akan membawa gerbong kekuatan ratusan ribu bahkan jutaan kader, termasuk suara simpatisan PPP. Setidaknya, sambung Yani, setengah dari perolehan suara PPP di Pileg 2014 akan beralih ke PBB.

"Berkaca pada pemilu 2014, suara PPP hampir delapan juta. Adapun konflik sebenarnya hanya di tingkat elit saja, sedangkan di bawah itu solid. Tunggu saja. Dalam waktu dekat kami akan deklarasi di Jogja dan pasti akan gempar. Minimal setengah dari jumlah perolehan suara PPP periode lalu akan merapat ke PBB," tukasnya.

Dukungan ini tentu mendapat sambutan hangat dari Yusril Ihza Mahendra. Kata Yusril, tangan PBB selalu terbuka untuk pihak-pihak yang ingin bergabung memperjuangkan ummat.

"Apalagi kawan-kawan dari PPP Khittah ini bukan orang baru bagi saya. Saya tahu rekam jejak dan perjuangan mereka dalam membela umat. Kami akan bersama-sama membangun kekuatan Islam yang besar dalam politik di Indonesia," tutupnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya