Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengiming-imingi bantuan tunai yang jauh lebih besar jika Barisan Nasional kembali berjaya di pemilihan raya (pemilu) ke-14.
Hal ini disampaikan NajibdaÂlam acara ground breaking pemÂbangunan jalan nasional Bandar Pekan - Kampung Sungai Miang, kemarin. Dalam acara tersebut, Najib mengumumkan kenaikan uang bantuan tunai 1 Malaysia (BR1M) sebesar 100 persen.
"Para penerima bulan Juni hingga Agustus akan mendaÂpat BR1M sebesar 800 ringgit (Rp 2,8 juta)," umum Najib.
Sebelumnya, jumlah BR1M yang diterima keluarga miskin di Malaysia sebesar 400 ringgit MaÂlaysia atau sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Kenaikan 100 persen kali ini diklaim Najib sebagai bentuk kesuksesan perekonomian MaÂlaysia yang terus tumbuh.
"Jika kita terus berkembang, perekonomian akan meningÂkat. Jumlah BR1M pun akan makin besar," ujarnya.
Najib menyebut Bank Dunia sudah meningkatkan kualitas perekonomian Malaysia seÂbanyak empat kali tahun lalu.
"Tidak ada negara yang mendapat perubahan kualitas perekonomian sebanyak empat kali oleh Bank Dunia. Ini meruÂpakan kabar baik," ujar Najib.
Dia berjanji akan menaikÂkan jumlah BR1M jika meÂmungkinkan.
"Jika ingin kualitas hidup baik dan BR1M terus naik, jangan salah pilih dalam pemiÂlu mendatang," ujarnya.
Sebelumnya, di awal masa kampanye, Najib juga menjanjiÂkan jumlah bantuan tunai cukup besar kepada keluarga miskin, yang umumnya berasal dari etnis Melayu, dari 1.200 ringgit (sekiÂtar 4,2 juta rupiah) menjadi 2.000 ringgit (sekitar 7 juta rupiah).
Najib juga berjanji akan menghapus utang para petani dan pemilik tanah Melayu yang terkait dengan perusahaan perkeÂbunan negara, dan menciptakan tiga juta lapangan kerja baru untuk mengatasi kekhawatiran warga atas meningkatnya angka pengangguran di kalangan anak muda. ***