Berita

Foto: Net

Nusantara

Warga Jabar Ingin Pemimpin Jujur Dan Bersih Dari Korupsi

SENIN, 16 APRIL 2018 | 05:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada sejumlah aspek dominan yang menjadi pertimbangan warga Jawa Barat (Jabar) memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jabar 2018.

Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tentang preferensi pemilih dalam Pilkada Jawa Barat, ada empat aspek menonjol yang menjedi pertimbangan warga, yang paling utama adalah jujur dan bersih dari korupsi.

"Pertama, aspek kepribadian calon (jujur, bijaksana, ramah dll) dipilih dengan 96 persen. Kedua, aspek bersih dari kasus korupsi (94 persen). Ketiga, pengalaman dalam pemerintahan (89 persen). Keempat, aspek program atau isu yang ditawarkan (88 persen)," ujar Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (15/4).


Namun demikian, Toto menjelaskan bahwa ada faktor lain yang turut menjadi perhatian publik Jabar. Setidaknya 81,4 persen warga Jabar mengaku tak bersedia dipimpin calon gubernur yang beristri lebih dari satu atau berpoligami.

"Faktor lainnya seperti latar belakang suku, ulama, pengusaha, mayoritas publik di jabar tidak terlalu mempersoalkannya. Misalnya, terhadap calon yang bukan asli suku sunda, 67 persen publik mengaku bersedia," jelasnya.  

Survei dilakukan pada 21 hingga 29 Maret 2018 dengan menggunakan metode standard multi stage random sampling, dimana seluruh pemilih Jawa Barat dipilih secara random. Jumlah responden 440, dengan margin of error sebesar 4,8 persen. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya