Berita

Kementan Ingin Peternak Sapi Maju Seperti Di Selandia Baru

SENIN, 16 APRIL 2018 | 03:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) akan fokus pada peningkatan produksi susu sapi perah dan mendorong anak muda untuk mau menjadi peternak.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Sugiono mengatakan bahwa cara ini dilakukan karena Kementan ingin peternak sapi perah di Indonesia maju dan sejahtera seperti di Selandia Baru.

Dia menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki populasi sapi perah 544,791 ekor dengan produksi 920,1 ribu ton susu segar. Menurutnya, jumlah produksi ini hanya mampu memenuhi 20 persen dari total kebutuhan susu nasional yang mencapai 4,448 juta ton.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, saat ini tingkat konsumsi susu di Indonesia baru mencapai 16,53 liter per kapita per tahun.

"Angka tersebut masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina yang sudah mencapai 20 liter per kapita per tahun," kata Sugiono saat melakukan kunjungan kerja ke kelompok ternak sapi perah di Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (15/4).

Selain itu, kondisi peternakan sapi perah di Indonesia saat ini 99 persen masih dipelihara di Pulau Jawa terutama di daerah dataran tinggi. Sementara itu masyarakat konsumen susu tersebar di seluruh wilayah Indonesia, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.

"Kita perlu mengenalkan sapi perah yang adaptif terhadap lingkungan dataran rendah dan mengembangkan sapi perah di seluruh bumi nusantara, sehingga akses terhadap susu segar menjadi semakin dekat dan mudah diperoleh masyarakat," tuturnya.

Di Salatiga, Sugiono turut memantau perkembangan lebih lanjut pelaksanaan program Kemitraan Indonesia – New Zealand dalam kerangka kerjasama Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA).

Dia meminta kepada Tim IDEA, agar fokus kegiatan menjadi utuh dan menyentuh semua aspek peternakan sapi perah mulai dari bibit ternak, pakan, reproduksi, pemerahan dan kualitas susu. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan peternak sapi perah.

"Selain penyediaan pakan, reproduksi ternak harus terus ditingkatkan melalui penanganan gangguan dan optimalisasi reproduksi sehingga diperoleh Day Open dan calving interval yang lebih pendek," ungkapnya.

Sugiono berharap, dengan transfer knowledge dari New Zealand tersebut peternak Indonesia akan menjadi lebih maju dan sejahtera. Sugiono juga ingin jumlah peternaknya ditambah tidak hanya 5.000 peternak.

"Saya berharap nantinya jika proyek kerjasama ini selesai, keseluruhan peternak di Indonesia dapat meningkat kesejahteraannya dan kalau bisa dapat sejajar dengan peternak New Zealand," tegasnya.

Ia menginginkan, beternak bukan lagi dianggap sebagai pekerjaan sampingan, tapi menjadi pekerjaan yang menjanjikan dan diminati oleh generasi muda.

“Kami mendorong munculnya peternak-peternak muda yang tentunya memiliki kemampuan yang lebih bagus dibanding peternak saat ini,” katanya.

Menurutnya, dengan meningkatnya semangat wirausaha dari peternak, maka akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja.

"Intinya peternak harus sejahtera, dan masyarakat terpenuhi gizinya dari sumber protein hewani," tukasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya