Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Data Di KPU Bocor? Bawaslu: Bahaya Itu!

MINGGU, 15 APRIL 2018 | 01:07 WIB | LAPORAN:

Bawaslu ikut menyoroti kasus bocornya data pengguna media sosial (medsos) Facebook. Apalagi, persoalan penyimpanan data juga terjadi di KPU, khususnya data partai politik. Bagaimana seandainya data di KPU juga mengalami kebocoran?

"Soal kebocoran itu (Facebook). Kasus ini menjadi concern kita. Bahaya itu. Kalau memang kaitannya dengan data urusan Pemilu atau Pilkada, itu yang harus kita antisipasi," kata Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin, dalam diskusi Bawaslu bertema "Peran Media Dalam Melawan Hoaks, Ujaran Kebencian dan SARA" di Sentul Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/4).

Afif menambahkan, saat ini pihaknya terus memantau perkembangan yang terjadi. Bawaslu juga berencana untuk menemui pihak Facebook untuk membahas persoalan tersebut.


"Setelah perkembangan ini, kita ingin ketemu juga dengan Facebook. Kita dengarkan dulu dari pihak Facebook," terangnya.

Menurut Afif, Bawaslu sudah beberapa kali bertemu dengan pihak Facebook. Namun, untuk upaya penindakan, akan diserahkan ke pihak Kominfo sebagai institusi yang berwenang.

"Untuk pencegahan sudah kita lakukan. Termasuk KPU. Tapi yang bisa melakukan (penindakan) ini Kominfo. Harus duduk bareng KPU dan kominfo," demikian Afif.

Sebelumnya, pihak KPU ikut khawatir saat terjadi kebocoran data pengguna Facebook. Bahkan, pihak KPU menggodok langkah antisipasi yang perlu dilakukan paska kejadian tersebut.

"Soal bocoran data Facebook, saya harus koordinasi dulu ke pimpinan. Saat ini sedang digodok dan diproses oleh pimpinan. Pimpinana galau dan sensitif," ujar Kabag Publikasi Sosialisasi Informasi KPU, Robby Leo dalam diskusi Bawaslu, Sabtu pagi.

Seperti diketahui, Indonesia duduk di urutan ketiga dalam hal ini. Data Facebook, ada lebih dari 1 juta pengguna medsos di Tanah Air telah bocor ke Cambridge Analytica. Kebocoran data pengguna itu, diakui sendiri oleh perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya