Berita

Nasyirul Falah Amru/Net

Politik

PB Bamusi: Isra Mikraj Momentum Penguatan Keislaman Dan Kebangsaan

SABTU, 14 APRIL 2018 | 10:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1439 H, umat Islam Indonesia diajak untuk berani tampil dan siap meningkatkan potensi diri dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Ajakan itu disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PB Bamusi) Nasyirul Falah Amru seperti dalam keterangannya sesaat lalu, Sabtu (14/4). Bamusi adalah organisasi sayap PDI Perjuangan.

"Hakikat Isra Mikraj adalah peningkatan potensi spiritual dan intelektual manusia sebagai makhluk yang sempurna. Isra itu bergerak dan Mikraj itu naik. Bagi umat Islam yang ingin sukses, ayo kita semua bergerak maju dan naik meningkatkan kualitas diri," kata Gus Falah sapaan akrabnya.


Dalam era modern saat ini, lanjut Gus Falah, bergerak maju bisa dimaknai dengan ikut berkecimpung dalam program pemerintahan. Turut serta dalam pembangunan yang digalakkan pemerintah secara tidak langsung meningkatkan kualitas diri umat Islam Indonesia.

"Umat Islam Indonesia harus bisa ikut dalam pembangunan dalam rangka berani tampil dan meningkatkan potensi diri untuk memaknai Isra Mikraj. Seperti yang dikatakan Pak Jokowi, setiap memperingati Isra Mikraj, kita harus ingat agar bisa naik menjadi lebih baik," jelasnya.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP ini mengungkapkan, peristiwa Isra Mikraj juga harus dijadikan momentum penguatan Islam dan kebangsaan. Saat ini banyaknya paham yang tidak jelas di tengah-tengah masyarakat sudah pada taraf sangat mengkhawatirkan.

"Apalagi saat ini banyak organisasi yang menolak NKRI dan Pancasila. Untuk itu umat Islam harus menguatkan ajaran Islam dan kebangsaan," ungkapnya.

Lebih jauh, pria yang juga menjabat Bendahara PBNU ini menambahkan, momentum peringatan Isra dan Mikraj ini umat Islam harus bersatu untuk menguatkan dan mempertahankan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah.

"Kita harus mewaspadai aliran-aliran yang tidak jelas, yang menginginkan Indonesia porak poranda dan terpecah belah seperti di Timur Tengah," demikian Gus Falah. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya