Berita

Foto: Net

Nusantara

Apkasi Ajak Pemkab Gaet Investor Luar Negeri

SABTU, 14 APRIL 2018 | 03:15 WIB | LAPORAN:

Kegiatan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2018 terus digaungkan untuk mengajak lebih banyak peserta di ajang pameran tahunan potensi kabupaten seluruh Indonesia.

Setelah kick off di Jakarta dan sosialisasi program di Bali, kini giliran area barat Indonesia. Bertempat di Batam, Kepulauan Riau, Apkasi pun menggelar Sosialisasi AOE 2018, Jumat  (13/4). 

Sosialisasi dihadiri puluhan bupati, wakil bupati dan para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang tertarik berpartisipasi di pameran AOE 2018 pada 6-8 Juli mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.


Sekjen Apkasi Prof. Nurdin Abdullah mengajak para kepala daerah untuk bisa memanfaatkan hajatan AOE 2018 dengan sebaik-baiknya.

Dia menjelaskan, indikator positif penyelenggaraan AOE tahun sebelumnya ditandai dengan terjadinya berbagai transaksi bisnis antara investor dan buyers, baik dari dalam maupun luar negeri khususnya dengan pemerintah kabupaten. Hal itu menjadi pertimbangan utama Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) untuk melaksanakan kembali pameran potensi unggulan daerah kabupaten.

"Berdasarkan monitoring Apkasi dan laporan dari peserta selama berlangsungnya pameran 2017 lalu telah terjadi transaksi senilai lebih dari Rp 2 triliun. Belum termasuk berbagai kesepakatan investasi dan hubungan perdagangan yang terjadi. Inilah yang mendasari pengurus untuk melaksanakan kembali AOE tahun 2018 mendatang," papar Nurdin.

Menurut bupati Bantaeng itu, di tengah era persaingan global seperti sekarang, Apkasi berupaya mendorong anggota untuk terus meningkatkan kemampuan agar dapat memenangkan persaingan di pasar lokal, regional maupun internasional. Di samping itu, Apkasi akan terus memfasilitasi terbukanya pasar internasional yang lebih luas dengan menghadirkan para pelaku bisnis mancanegara dalam AOE 2018 nanti.

"Apkasi akan memfasilitasi mana daerah yang butuh dan mana yang kelebihan produk, sehingga dengan adanya sinergi ini kemanfaatkannya akan jauh lebih besar yang bisa dirasakan," ujar Nurdin.

Sementara, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Potensi Daerah Apkasi Syaifudin Ch Kai memaparkan, secara rinci konsep pelaksanaan AOE 2018 yang mengusung tema 'Meningkatkan Daya Saing Daerah Dalam Merebut Pasar Global' berbeda dengan tahun sebelumnya. Kegiatan inti pameran yakni business matching, yang tahun lalu hanya berkonsentasi dengan buyer dan investor luar negeri, untuk tahun ini ditambah business matching lokal yang akan mempertemukan antar pemkab, baik yang memiliki keunggulan maupun kekurangan komoditas di daerahnya.

"Sehingga diharapkan dengan business matching lokal ini antar pemkab bisa bersinergi, saling mengisi antara yang lebih dan yang kurang," jelasnya.

Dengan dihadiri lebih dari 10 ribu pengunjung potensial yang berasal dari kalangan pelaku usaha dan investor dalam dan luar negeri setiap tahun, sambung Syaifuddin, AOE 2018 menjadi sarana strategis bagi para peserta untuk mendapatkan akses perdagangan dan investasi yang lebih luas. Sebaliknya, para pebisnis dapat mengakses dan merebut peluang bisnis di daerah seluruh Indonesia secara efektif dan efisien melalui rangkaian kegiatan yang dirancang dalam AOE 2018.

"Tidak hanya itu, even yang telah dikenal luas oleh kalangan pelaku usaha dan investor ini kembali akan menggelar kegiatan yang bersifat entertainment, seperti Indonesia fashion show yang akan menampilkan busana-busana khas daerah, serta pemilihan putri otonomi untuk kedua kalinya. Sedangkan konsep baru yang coba dikembangkan ialah disediakan festival kuliner yang dimiliki masing-masing daerah untuk dapat lebih dikenal masyarakat," paparnya.

AOE 2018 sendiri rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Kegiatan diikuti oleh pemerintah kabupaten, kota, provinsi, kementerian, lembaga negara non kementerian, BUMN, lembaga donor, perusahaan swasta nasional dan multinasional. Serta atase perdagangan luar negeri dan para pelaku usaha kecil menengah. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya