Berita

Fahri Hamzah/Net

Hukum

KPK Terlalu Banyak Main Di Korupsi Century

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 22:55 WIB | LAPORAN:

Kalangan dewan menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlalu banyak bermain-main dalam perkara skandal korupsi Bank Century.

Padahal, menurut Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, Century Gate merupakan perkara lama yang sudah ditindak melalui jalur politik di DPR RI lewat Pansus Angket. Hanya saja, rekomendasi Pansus berhenti di KPK.

"Itu clear kok bagaimana ada transfer uang tengah malam, FPJP, lalu kerugian Rp 6,7 triliun sampai ada penyitaan aset dan lahirlah Pansus di DPR," ujar dia di Media Center DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/4).


Menurutnya, putusan pengadilan PN Jakarta Selatan bisa disalahgunakan oleh KPK untuk menaikkan pamor di masyarakat setelah cukup lama membanggakan pemberantasan korusi dengan operasi tangkap tangan (OTT).

"Tapi sekarang dia bisa menghajar mantan wakil presiden. Nah dilihat KPK hebat tuh," tandasnya.

Dalam putusannya, KPK diperintahkan untuk melakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan.

KPK juga diperintahkan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan kawan. Seluruh nama yang disebutkan hakim praperadilan PN Jaksel tertuang dalam dakwaan Budi Mulya.

Mereka dinilai terlibat dalam kebijakan pemberian dana talangan atau bailout Bank Century. Dalam waktu tidak terlalu lama, putusan tersebut akan diunggah di direktori putusan website. Namun, tidak ada aturan yang mengatur batas waktu kapan putusan itu harus dijalankan. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya