Berita

Foto/Net

Hukum

MAKI Bujuk Bareskrim Ambil Alih Kasus Century

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 20:38 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Lembaga Swadaya Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyambangi Bareskrim Polri untuk membujuk agar badan yang dipimpin Komjen Pol Ari Dono Sukmanto itu mau menangani kasus korupsi Bailout Bank Century.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai, secara prinsip korps Bhayangkara bisa menangani kasus tersebut, terlebih Bareskrim sempat mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono.

Menurut Boyamin Bareskrim akan menyiapkan diri jika KPK melimpahkan kasus tersebut.


"Untuk menangani karena urusan century mereka (Bareskrim) tampaknya hafal diluar kepala," kata Boyamin di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (13/4).

Lebih lanjut Boyamin menjelaskan alasan pihaknya membujuk polri lantaran pesimis terhadap kinerja KPK yang masih mengulur waktu dalam menjalankan amar putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Alasan tersebut dikuatkan dengan sikap komisioner KPK yang memilh mempelajari kasus dibanding mengeluarkan surat perintah penyelidikan.

"Tidak biasa begitu, kalau menunjukkan orang semangat, semua langsung kami bergerak. Apa lagi ada perintah pengadilan kan," ujarnya.  

Dalam amar putusan praperadilan, majelis hakim PN Jaksel memerintahkan KPK selaku termohon menetapkan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono beserta pihak-pihak lainnya sebagai tersangka.

 Adapun nama-nama yang disertakan bersama Boediono yakni Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan kawan sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama terdakwa Budi Mulya. [nes]


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya