Berita

GBK Jakarta/Net

Nusantara

Alasan Meliburkan Sekolah Saat Asian Games Sangat Dipaksakan

JUMAT, 13 APRIL 2018 | 01:45 WIB | LAPORAN:

. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menanggapi soal wacana meliburkan kegiatan belajar mengajar di DKI Jakarta saat acara Asian Games 2018 yang masih jadi perdebatan Gubernur DKI Anies Baswedan dengan wakilnya Sandiaga Uno.

Sandi ingin pelajar SMP, SMA dan SMK libur agar bisa menikmati acara olahraga regional empat tahunan itu. Di sisi lain, Anies belum mengamini keputusan sang wakil.

Menurut Wakil Sekretaris FSGI Satriwan Salim, usulan Sandi sesungguhnya merupakan hal yang sangat mengada-ngada.


"Jika alasan meliburkan agar Jakarta tak macet oleh kendaraan siswa sekolah, tentu itu alasan yang dipaksakan. Sebab kemacetan di DKI itu akan tetap terjadi," kata dia saat berbincang dengan redaksi, Kamis (12/4).

Dalam berbagai kesempatan, Wagub Sandi sering mengatakan bahwa sekolah diliburkan untuk menghindari kemacetan dan untuk memberikan kenyamanan bagi atlet dari luar negeri. Nah, bagi anak-anak yang sekolahnya diliburkan, kata Sandi, nantinya bisa diberikan kesempatan untuk meliput event olahraga itu.

"Jika diliburkan tapi tetap diberi tugas meliput seperti kata Wagub Sandi, tentu ini juga mengada-ada, siswa harus meliput pertandingan? Lah, tugas-tugas siswa atau projek siswa itu kan mesti sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran siswa, tidak asal kasih tugas saja, biar kelihatan ada aktivitas siswa," ketus Satriwan.

Sebenarnya, diakui dia, kebijakan yang meliburkan sekolah saat ajang Asian Games pasti disambut dengan suka cita oleh para guru dan siswa. Namun, dirinya tetap meminta Pemprov DKI untuk betul-betul mengkaji sebelum mengeluarkan kebijakan tersebut.

"Pemprov harus mengkaji betul-betul apa alasan untuk diliburkan itu. Andaikan pun siswa tak libur, aktivitas seperti biasa saya rasa sekolah; siswa, guru, dan lain-lain akan beraktivitas seperti biasa, belajar normal. Justru ini juga bagus, sebab tidak ketinggalan pelajaran juga. Mengingat pembelajaran siswa baru atau tahun ajaran baru 2018/ 2019 baru saja dimulai Juli," demikian Satriwan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya