Berita

Nusantara

Kementan Gerak Cepat Tangani Penyakit Jembrana Di Lampung

KAMIS, 12 APRIL 2018 | 03:30 WIB | LAPORAN:

. Dalam rangka pengendalian dan pemberantasan penyakit Jembrana yang terjadi di Lampung, Kementerian Pertanian langsung mengirimkan tim ke lokasi.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa menjelaskan, tim yang terdiri dari staf Direktorat Kesehatan Hewan dan Balai Veteriner Lampung Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dikirim ke lokasi pada 6-8 April 2018 di Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang.

Menurutnya, tim telah melakukan investigasi dan menyampaikan langsung bantuan obat-obatan, desinfektan, serta sarana desinfeksi untuk membantu penanggulangan dan pemberantasan penyakit.


"Berdasarkan hasil investigasi, penyakit Jembrana yang terjadi di Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang ternyata disebabkan oleh adanya Sapi Bali sakit yang dibawa dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, oleh pedagang," ungkap Fadjar kepada wartawan, Kamis (12/4).

Bantuan untuk penanganan kasus di tempat kejadian berupa vaksin, desinfektan, antibiotik, vitamin/roboransia, anti parasit dan alat suntik langsung diberikan Kementan.

Fadjar memaparkan, dalam upaya penanganan penyakit Jembrana, tim Kementan telah melakukan tindakan antara lain pengobatan anti parasit, pemberian antibiotika dan vitamin, penyemprotan desinfektan di lokasi kandang, penguburan hewan yang mati dan pembakaran sisa-sisa kotoran serta sosialisasi tentang penyakit.

"Dari upaya yang telah dilakukan tersebut,  kasus penyakit dapat dilokalisir dan tidak menyebar ke desa lainnya. Saat ini sudah terjadi penurunan kematian ternak Sapi Bali dan kasus sudah terkendali," ujar Fadjar.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, penyakit Jembrana disebabkan oleh virus (Genus Retrovirus) dan bersifat menular, serta menyerang sistim kekebalan tubuh Sapi Bali dari semua kelompok umur baik jantan maupun betina. Penyakit hanya ada di Indonesia dan hanya menyerang Sapi Bali yang menyebabkan kematian.

Pemerintah telah menetapkan penyakit Jembrana sebagai salah satu prioritas dalam pengendalian dan penanggulangan Penyakit Hewan Strategis.

"Adanya perubahan iklim dan cuaca yang ekstrim menjadi penyebab daya tahan tubuh ternak menurun, sehingga mudah terserang penyakit tersebut," kata fadjar.

Untuk itu, pemantuan lapangan masih terus dilaksanakan dan dilakukan koordinasi antara Ditjen PKH Kementan dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di daerah.

Fadjar menambahkan, untuk pencegahan dan pengendalian penyakit Jembrana, beberapa hal yang harus dilakukan oleh dinas di daerah diantaranya meningkatkan pengendalian dan pengawasan lalu lintas/perdagangan Sapi Bali dengan dilengkapi SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan), dan tidak memasukkan Sapi Bali yang sakit ke daerah yang tidak terdapat kasus.

"Selain itu, kita imbau juga agar Sapi Bali dari daerah bebas wajib divaksin sebelum dibawa ke daerah tertular," imbuhnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya