Berita

Foto/RMOL Sumut

Nusantara

Impor Ilegal, Tujuh Kontainer Jeruk Asal China Dimusnahkan Di Binjai

KAMIS, 12 APRIL 2018 | 02:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kementerian Perdagangan memusnahkan 8.721 karton berisi jeruk dan 1.002 karton berisi apel asal China yang masuk ke Indonesia tanpa izin impor. Pemusnahan berlangsung di Mencirim, Kota Binjai, Sumatera Utara dengan menggunakan alat berat.

Pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kerjasama antara Kemendag dengan Kanwil Bea Cukai Sumut terhadap temuan tujuh kontainer yang berisi produk holtikultura tanpa izin impor.

Pemusnahan ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Permendag Nomor 16/2018 tentang perubahan ketiga atas Permendag Nomor 30/M-DAG/PER/5/2017 tentang ketentuan impor produk holtikultura yang menyatakan bahwa produk holtikultura yang diimpor tidak sesuai ketentuan, wajib ditarik dari peredaran dan dimusnahkan.


Sebelumnya, Kemendag juga telah memberikan sanksi tegas berupa pencabutan Persetujuan Impor (PI) dan Angka Pengenal Impor (API) terhadap importir tersebut yaitu PT SAT.

Pencabutan PI dan API didasarkan pada Permendag 70/2015 tentang Angka Pengenal Importir, dimana dalam peraturan tersebut diatur bahwa API dicabut apabila Perusahaan pemilik API dan/atau pengurus/Direksi Perusahaan Pemilik API melanggar ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku di bidang impor.

Dalam hal ini, Kemendag akan merekomendasikan pencabutan API kepada Dinas Provinsi atau Kota yang menerbitkan API tersebut.

"Kemendag akan bertindak tegas dan tidak memberikan kompromi bagi importir yang tidak taat atau menyalahgunakan aturan yang ada. Aturan dibuat agar kegiatan niaga berjalan tertib dan membantu peningkatan perekonomian negara, jangan malah kepercayaan yang di berikan di salahgunakan, hal tersebut menimbulkan iklim yang tidak sehat," jelas Direktur Tertib Niaga, Veri Anggrijono, Rabu (11/4), dilansir dari RMOL Sumut.

Di kesempatan lain, Irjen Kemendag yang saat ini juga sebagai Plt Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Srie Agustina ketika di konfirmasi mengatakan, Kemendag akan terus meningkatkan pengawasan di lapangan.

"Hal itu sebagai salah satu bentuk usaha perlindungan konsumen, juga dalam rangka meningkatkan ketertiban pelaku usaha dalam kegiatan niaga," katanya. [rus]

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Progam Mudik Gratis Jadi Cara Golkar Hadir di Tengah Masyarakat

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:18

Kepemimpinan Intrinsik Kunci Memutus Kebuntuan Krisis Sistemik Bangsa

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:12

Sahroni Dukung Kejagung Awasi Ketat MBG Agar Tak Ada Kebocoran

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:07

Agrinas Palma Berangkatkan 500 Pemudik Lebaran 2026

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:05

KPK Bakal Bongkar Kasus Haji Gus Alex di Pengadilan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:35

Pemudik Boleh Titip Kendaraan di Kantor Pemerintahan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:28

Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang KM 259 Memakan Korban Jiwa

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:21

Contraflow Diberlakukan Urai Macet Parah Tol Jakarta-Cikampek

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:16

90 Kapal Lintasi Selat Hormuz Meski Perang Iran Masih Berkecamuk

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:15

Layanan Informasi Publik KPK Tetap Dibuka Selama Libur Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11

Selengkapnya