Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menggodok masalah pelepasan saham di perusahaan produsen minuman keras jenis bir, PT Delta Djakarta Tbk.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih melakukan konsultasi dengan beberapa pihak terkait menyangkut wacana itu. Pasalnya, perusahaan tersebut sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Kita akan cari struktur yang terbaik kita juga akan sosialisasikan dengan baik. Kita koordinasikan juga dengan OJK kita ingin bahwa proses ini terbuka dan menghasilkan kebijakan yang terbaik atas perfolio yang dimiliki Pemprov semenjak tahun 1970," katanya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).
Hal itu kata dia sesuai dengan arahan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Diakui Sandi, beberapa pemerintahan sebelumnya sama sekali belum melakukan kajian soal itu.
"Kali ini kami akan mengambil kebijakan. Mohon teman-teman sabar karena ini ada Undang-Undang Pasar Modal yang harus kami patuhi dan juga ada Undang-Undang PT, Keterbukaan Informasi juga mengenai
confidenciality dan ini harus dikoordinasikan," jelasnya.
Meski demikian, Sandi mengakui bahwa pihaknya belum bisa secara gamblang akan melepas saham perusahaan tersebut atau tidak menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada akhir April nanti. Lagi-lagi, hal itu sesuai dengan arahan Anies.
Dipertegas wacana pelepasan saham itu sesuai dengan janji kampanye, Sandi bilang tidak. Sebab menurutnya, review portofolio saham merupakan hal yang sangat lumrah. Yang pasti kata dia, review itu untuk melihat apakah sebuah investasi yang dilakukan Pemprov mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat Jakarta atau tidak.
"Bahwa ke kita harus melihat investasi itu mendatangkan kemaslahatan buat masyarakat dan investasi yang mendatangkan kemaslahatan masyarakat itu yang betul-betul terekam daripada big data disini apa yang dibutuhkan, lapangan kerjaan, juga dari segi bagaimana pendidikan buat masyarakat apakah porfolio ini memberikan juga kesehatan kepada masyarakat. Jadi ini yang menjadi poin yang kita prioritaskan ke depan," demikian Sandi.
[mel]