Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Produsen Hoax Harus Ditindak Tegas

SENIN, 09 APRIL 2018 | 00:09 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Untuk menghentikan penyebaran informasi bohong alias hoax secara masif, maka diperlukan sanksi hukum terhadap produsennya.

Hal itu sebagaimana diutarakan pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo di Jakarta, Minggu (8/4).

"Saya kira perlu tindakan tegas terhadap pembuat hoax itu ya terutama penegakan hukum supaya ada efek jera," ujar dia.


Selain penegakan hukum terhadap produsen hoax, langkah lain yang perlu diperhatikan dalam penghentian hoax itu sendiri adalah pendidikan kepada masyarakat.

"Masyarakat perlu diedukasi agar dapat mencerna informasi dengan baik, tidak larut dan tidak terjebak hoax begitu saja," ujarnya.

Di samping itu, Karyono juga mengimbau masyarakat agar berkenan berdiskusi atau berkonsultasi tekait informasi yang diterimanya sebelum menyebarkannya kembali.

"Masyarakat perlu berkonsultasi bila tidak paham, harus tabayyun juga, karena belum tentu informasi yang diterimanya itu benar kan?" imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, menurut Karyono, hal ini diperlukan lantaran masalah pendidikan seseorang tentu mempengaruhi kualitas pendapatnya.

"Bagaimana pendidikan juga mempengaruhi kualitas pendapat seseorang dalam merespon hoax, jadi perlu ada referensi, perlu berdiskusi, perlu konfirmasi ke berbagai pihak dulu, sebelum menelan informasi begitu saja," tandasnya. [sam]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya