Berita

Ahmad Muzani/Net

Politik

Gerindra Tidak Takut Demokrat Merapat Ke Jokowi

KAMIS, 05 APRIL 2018 | 15:26 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Partai Gerindra tidak gentar sama sekali dengan kabar bahwa Demokrat akan merapat ke barisan koalisi Presiden Joko Widodo, sebagaimana didengungkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

"Gerindra tidak takut," ujar Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).

Muzani menjelaskan bahwa dalam sejarah demokrasi Indonesia, calon dengan koalisi besar belum tentu menang dalam pilpres. Bahkan terkadang calon presiden dengan koalisi minim partai acapkali tampil sebagai pemenang.


“Itu hal biasa, jadi secara demokrasi kita sangat variatif," ujarnya.

Lebih lanjut, Muzani menilai bahwa pihaknya menghargai keputusan Demokrat jika memang memutuskan berkoalisi dengan Jokowi.

"Tidak apa-apa, sekali lagi setiap partai memiliki keputusan mandiri, keputusan yang bebas, dan kita tidak bisa mencampuri rumah tangga orang lain, kami sangat menghargai kalau itu pilihan partai tersebut," imbuhnya.

Di satu sisi, Muzani menjelaskan bahwa Gerindra sudah bulay akan mendukung kembali Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Yang ingin kami kemukakan di tempat ini adalah bahwa Pak Prabowo insya Allah hampir pasti beliau maju sebagai capres dengan koalisi yang terbatas, siapa saja koalisi tersebut yang jelas memenuhi syarat UU, 20 persen," tukasnya.

Romahurmuziy mengaku telah mengajak Demokrat bergabung mendukung Jokowi. Namun, ajakan tersebut belum direspon secara resmi oleh SBY.  Ia hanya menyebut SBY mengapresiasi sejumlah kebijakan Jokowi sebagai presiden. Apresiasi itu, ia nilai sebagai sinyal SBY bakal mengarahkan Demokrat mendukung Jokowi.

Meski demikian, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean sudah membantah kabar Demokrat akan merapat ke koalisi pendukung Jokowi.

"Mungkin pak Romy melihat dari sudut pandang pendukung Jokowi, sehingga berasumsi bahwa Demokrat akan dukung Jokowi," tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya