Berita

Foto/Net

Politik

Hamas Minta Dukungan PPP Untuk Mewujudkan Kemerdekaan Palestina

KAMIS, 05 APRIL 2018 | 09:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menerima Muslim Imran perwakilan Hamas (Harokah Muqowwamah Al-Islamiyyah, Gerakan Pembebasan Palestina) untuk wilayah Asia, di ruang Fraksi PPP DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/4).

Pada kesempatan itu, Muslim menyampaikan surat dua halaman berbahasa Arab dari Ketua Umum Hamas Ismail Haniya untuk Ketua Umum PPP. Imran yang juga Ketua Palestinian Cultural Organization Malaysia (PICOM) yang berkedudukan di Kuala Lumpur, menyampaikan salam dari Ismail dan meminta dukungan PPP sebagai partai Islam tertua di Indonesia untuk pengakuan kemerdekaan Palestina sebagai negara yang berdaulat.

Dia menyatakan bahwa perjuangan diplomatik negara-negara Islam akan lebih kuat jika ada dukungan people to people dan party to party. Setelah mendapat dukungan dari partai-partai politik di Malaysia, kini giliran Hamas meminta dukungan PPP.


Menjawab hal tersebut, Romahurmuziy menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan terus oleh Israel, terutama dalam tiga hari terakhir yang telah menimbulkan korban jiwa 17 orang.

"Kami mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina. Melalui wakil kami di DPR dan Pemerintah Indonesia, PPP akan terus memastikan seluruh ikhtiar diplomatik agar Palestina mendapat pengakuan kemerdekaannya dari seluruh dunia," ujar Romahurmuziy yang didampingi Sekjen PPP Arsul Sani, Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati dan Anggota Fraksi PPP Mustofa Assegaf.

PPP juga memberikan penolakan terhadap deklarasi Presiden AS Donald Trump yang secara sepihak memindah ibukota Israel dari Telaviv ke Yerussalem.

"Kami sudah mengirim surat keberatan ke kedutaan besar Amerika Serikat sesaat setelah deklarasi sepihak Trump," tegasnya.

"PPP menyambut baik ajakan kerjasama dengan Hamas dan karenanya kami mengundang ustad Ismail Haniya untuk berkunjung ke Indonesia. Kami percaya kehadirannya akan mempererat solidaritas dan menjadi solusi diplomatik yang tidak hanya dilakukan oleh pejabat negara tapi juga parpol," ujar Rommy panggilan akrabnya menambahkan.

Menurut PPP, satu satunya solusi untuk Palestina damai hanya dengan saling mengakui dalam prinsip koeksistensi. "Kami memiliki keterbatasan informasi tentang Palestina. Dengan kehadiran pemimpin HAMAS akan membuat kita lebih saling mengenal kedepannya," lanjut anggota Komisi Keuangan DPR ini.

Menutup pertemuan, Rommy menjanjikan PPP akan menginisiasi organisasi kebudayaan Palestina di Indonesia semacam PICOM dengan mengajak parpol lain yang mau membentuknya. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya