Berita

Ahmadun Yosi Herfanda/Net

Nusantara

Sastrawan Internasional : Puisi Sukmawati Soekarnoputri Langgar Rambu-Rambu Puisi

SELASA, 03 APRIL 2018 | 10:41 WIB | LAPORAN:

Sastrawan Internasional, Ahmadun Yosi Herfanda yang terkenal dengan penghargaan tertinggi dalam Peraduan Puisi Islam MABIMS (forum informal Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) memandang puisi yang dikarang dan dipersembahkan oleh Sukmawati Soekarnoputri pada Minggu (1/4) di Indonesian Fashion Week telah melanggar rambu-rambu puisi.

"Tentu dalam menulis puisi, juga menulis genre sastra yang lain, selalu ada etika, salah satunya tidak boleh menyulut sentimen suku, agama, dan ras (SARA), jadi yang dilakukan Bu Sukma ini jelas melanggar rambu-rambu dasar yang patut nya ditaati," ujar Ahmadun Yosi Herfanda kepada Kantor Berita Politik RMOL awal pekan ini.

A.Y. Herfanda menjelaskan bahwa puisi yang dibawakan Sukmawati Soekarnoputri tersebut memang merupakan jenis puisi kritik perbandingan namun perbandingan yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri ini sangat tidak wajar dan sembrono.


"Perbandingan antara tradisi budaya (kidung) dan agama (adzan) yang dilakukan Bu Sukma ini tentu bukan kewajaran, melainkan kesembronoan," papar A.Y. Herfanda.

Ia juga menambahkan bahwa simbolisasi "Ibu Indonesia" dalam puisi Sukmawati Soekarnoputri tersebut sangat kurang pas mengingat bahwa dalam puisinya imaji mengenai "Ibu Indonesia" dipersempit yaitu terbatas pada gambaran wilayah Jawa saja.

"Ibu Indonesia itu kan multi-kultur, coba kita simak sejarah dan tradisi para perempuan pejuang Indonesia dari Sabang sampai Meraku? Apakah tampilan pejuang perempuan kita, seperti Tjut Nya Dien (Aceh), Hj. R. Rasuna Said (Jawa), Opu Daeng Risodju (Sulawesi Selatan), dan lain-lain, berkonde? Keseharian Tjut Nyak Dien dan Opu Risadju berkerudung. Begitu juga Hj. Rasuna Said. Berkerudung. Apakah mereka bukan ibu Indonesia? Jelas, mereka juga ibu Indonesia. Jadi, tampilan perempuan berkonde, atau perempuan yang membuarkan rambutnya terurai, hanyalah tampilan sebagian perempuan Indonesia. Jadi, lagi-lagi, Sukmawati juga perlu belajar tentang realitas Ibu Indonesia yang bhineka itu. Jangan hanya terpesona pada konde, atau rambut yang terurai," papar A.Y. Herfanda.

Dalam kasus ini, A.Y. Herfanda mengharap Sukmawati Soekarnoputri untuk dapat lebih berhati-hati lagi dalam melakukan kritik atau perbandingan, jangan sampai maksud baik justru mengundang perpecahan yang tidak perlu.

"Pahami masalah secara benar sebelum menulis puisi, agar dapat memilih ungkapan-ungkapan yang lebih pas. Jangan sampai maksudnya baik malah mengundang kemudharatan atau perpecahan yang tidak perlu," imbuhnya. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya