Berita

Foto: Ist

Nusantara

Difasilitasi Kemenlu, 12 Mahasiswa Manca Negara Belajar Budaya Banyuwangi

SELASA, 03 APRIL 2018 | 04:46 WIB | LAPORAN:

Banyuwangi menjadi daerah jujugan program beasiswa pengenalan budaya Indonesia yang diikuti oleh 13 mahasiswa dari 12 negara. Selama tiga bulan, belasan mahasiswa asing tersebut akan belajar perkembangan seni budaya Banyuwangi.

Mahasiswa tersebut tergabung dalam Program Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) yang diselenggarakan oleh Kementrian Luar Negeri RI. Mereka antara lain berasal dari Jepang, Fiji, Benin, Bulgaria, Azerbaijan, India, dan Kamboja.   

BSBI merupakan program beasiswa tahunan pemerintah Indonesia yang menjaring mahasiswa berpotensi dari seluruh dunia untuk diberi kesempatan mempelajari budaya Indonesia.


Deputi Direktur Direktorat Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri Indonesia, Devdy Risa mengatakan bahwa tahun ini terdapat 72 mahasiswa dari 60 negara yang bergabung dalam program ini. Mereka disebar di enam daerah, salah satunya Banyuwangi, untuk lebih memahami kultur masyarakat setempat.

"Banyuwangi kami pilih karena kami melihat perkembangan seni budayanya yang sangat menonjol. Kami juga menggandeng Sanggar Sayugringsing Banyuwangi dalam program untuk lebih mengenalkan seni khas Banyuwangi kepada mereka,” kata Devdy saat mengenalkan ke 13 mahasiswa tersebut kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Senin (2/4).

Menurut Devdy, keterlibatan sanggar seni ini dibutuhkan agar para mahasiswa ini bisa melihat langsung tumbuhnya seni dan budaya daerah setempat. Mereka bisa   belajar intens langsung dari pelaku seni dari sanggar-sanggar seni.

"Karena memang ini tujuannya mengenalkan bagaimana kultur dan karakter Indonesia ke mahasiswa manca negara yang potensial ini. Harapannya agar mereka lebih memahami bangsa Indonesia, dan menjadi influencer yang baik bagi Indonesia," imbuh Devdy.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, apresiasinya terhadap program yang tujuannya mengenalkan Indonesia lewat pintu budaya ini. Apalagi, program ini juga menggandeng sanggar seni dan mengajak pesertanya berinteraksi dengan masyarakat lokal.

"Diplomasi budaya semacam ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia. Mereka adalah mahasiswa terpilih, yang tentunya memiliki potensi besar untuk bercerita posistif tentang Indonesia," kata Anas.

Bagi Banyuwangi sendiri, lanjut Anas, program ini sangat bermanfaat karena dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan Banyuwangi. Apalagi, kata Anas, para mahasiswa tersebut memilih tujuan daerahnya sendiri.

"Ini menunjukkan bahwa manca negara telah memiliki minat yang besar untuk belajar budaya Banyuwangi. Kami juga bangga sanggar seni Banyuwangi digandeng untuk menyukseskan program ini," kata Anas.

Salah satu peserta yang berasal dari Azerbaijan, Arsu Murdova mengatakan sangat tertarik dengan budaya Banyuwangi. Dia mengaku memutuskan untuk memilih Banyuwangi setelah melihat video tentang Banyuwangi dari Youtube.

"Saya sangat suka dengan tari Gandrung, kostumnya sangat bagus dan tariannya sendiri sangat indah. Saya berharap bisa belajar banyak dan menguasai tarian dan tradisinya sebelum program ini selesai,” kata Arsu.

Hal yang sama juga diungkapkan Yui Moriya, peserta dari Jepang. Yui sangat tertarik dengan tarian tradisonal Indonesia, termasuk tarian Banyuwangi. Yuri sendiri adalah mahasiswa yang memiliki hobi menari balet.

"Tarian tradisionalnya bagus, saya berharap bisa belajar banyak selama program ini berlangsung. Banyuwangi ini menginspirasi saya untuk mengkombinasikan tarian modern balet dan tradisional,” kata Yui. [sam]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya