Berita

Foto: Ist

Nusantara

Budidaya Pertanian Organik Tingkatkan Kesejahteraan Petani

SELASA, 03 APRIL 2018 | 03:36 WIB | LAPORAN:

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil mengunjungi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) "Simpatik" Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (2/4).

Kang Emil kagum dan menyampaikan apresiasi atas pencapaian Gapoktan Simpatik yang telah sukses mengembangkan padi organik. Adapun Gapoktan ini secara khusus mengelola memproduksi beras organik.

Menurut Ketua Gapoktan Simpatik, H. Uu Saiful Bahri, sistem budidaya dan produksi beras organik yang dikembangkan Gapoktan Simpatik, telah berlangsung sejak tahun  2006 dan kini produknya telah menjadi andalan ekspor kabupaten Tasikmalaya.


"Alhamdulillah, ekspor beras organik produksi Gapoktan Simpatik, telah menembus Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa seperti Belgia Jetman, dan Italia" ungkap Uu.

Menurut dia, beras organik produksi Gapoktan Simpatik rata-rata dijual dengan harga Rp 21.000/kg  untuk beras putih dan Rp 22.000 - 25.000/kg untuk beras merah. Di Amerika Serikat, harga perkilonya meningkat menjadi sekitar Rp 50.000/kg.

Dia mengeatakan, beras organik relatif lebih mahal karena dalam prosesnya ada tahapan-tahapan kegiatan produksi,  yang harus dilaporkan ke lembaga proses sertifikasi, untuk kemudian diperoleh sertifikat organik.
"Dengan begitu, tidak bisa mengklaim bahwa beras yang diprodukai adalah beras organik, karena ada proses dan tahapan sertifikasinya," jelas Uu.

Sementara Kang Emil menjelaskan, tren budidaya pertanian organik dan kebutuhan terhadap produk-produk pertanian organik saat ini memang sedang meningkat di beberapa negara seiring kesadaran penduduk di negara tersebut terhadap konsumsi makanan sehat yang bebas dari pestisida.

Budidaya dan produksi beras organik ini, menurut Emil adalah terbukanya peluang bagi para petani di Jawa Barat untuk meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan  mereka.

Oleh karena itu, Emil mendorong para petani di Jawa Barat untuk beralih ke budidaya pertanian organik.
"Perlu edukasi agar para petani beralih ke budidaya organik, sekaligus diberikan contoh keberhasilan dan kesejahteraan yang diperoleh petani yang menjalankan budidaya padi organik" tegasnya.

Selain meningkatkan kesejahteraan, budidaya pertanian organik juga dapat mengatasi krisis regenerasi bidang pertanian. Dalam pandangan Emil, banyaknya anak-anak petani yang tidak lagi melanjutkan profesi orangtuanya di bidang pertanian, dan memilih bekerja di sektor industri, karena hasil yang diterima dalam bentuk UMR dinilai lebih menarik.

Solusinya, menurut Emil, saat ia terpilih sebagai gubernur nanti adalah adalah menghadirkan program "Satu desa satu produk," atau "One village, one product".

"Program ini akan memberikan aktifitas tambahan kepada para petani dan anak petani, di luar profesi utama yang ditekuni. Para petani di sela waktu luang, ataupun saat tidak menggarap lahan pertanian, tetap punya aktifitas yaitu mengkreasi produk. Dengan begitu pendapatan dari pertanian meningkat, juga ada kegiatan sampingan yang memberikan tambahan penghasilan" pungkasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya