Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Mustahil KPK Usut Puan Dan Pramono

SENIN, 02 APRIL 2018 | 14:32 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Penyebutan nama dua politisi PDIP, Puan Maharani dan Pramono Anung, di kasus korupsi pengadaan KTP-el tidak akan berujung pada penangkapan keduanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai bahwa setiap penyebutan nama di sidang korupsi hanya sebatas menaikkan citra KPK sebagai pemberantas korupsi. Pola ini, sambungnya, hanya akan merugikan Presiden Jokowi di kemudian hari.

"Hanya citra, nggak ada yang lain. Pak Jokowi (juga) harus tahu itu, dia nanti bisa jadi korban kalau dia nggak tahu," ujarnya di Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/4).


Fahri mengaku sangsi KPK bakal berhasil mengusut Puan dan Pramono, yang disebut terdakwa Setya Novanto ikut menerima aliran korupsi KTP-el sebesar 500 ribu dolar AS. Sebab dia berkeyakinan KPK tidak memiliki alat bukti dalam kasus tersebut.
 
"Udahlah nggak akan, nggak ada juga, bagaimana caranya? Mustahillah. Sederhananya karena mustahil ada alat bukti. Semua itu perkiraan yang tidak ada bentuk fisiknya," ujar Fahri.

"Saya juga minta KPK untuk berhenti memakai metode kampanye hitam dalam pemberantasan korupsi," tukasnya. [ian]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya