Berita

Foto: Net

Nusantara

Politisi Kebon Sirih Geram Kafe Liar Di Jaktim Dibiarkan

SENIN, 02 APRIL 2018 | 11:03 WIB | LAPORAN:

Warga Jakarta Timur mulai mengeluhkan banyaknya kafe liar hadir di pemukiman mereka. Terlebih, warung yang buka pada malam hari ini tersebut menjual minuman keras dan diduga menjadi tempat prostitusi.

Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Mohamad Ongen Sangaji meminta Satpol PP dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI melakukan penertiban lantaran meresahkan warga. Apalagi, ini menjelang memasuki bulan suci Ramadhan, sudah pasti akan mengganggu ibadah umat islam.

"Jangan, hanya yang gede-gede saja. Ini juga perlu ditertibkan, karena meresahkan warga," kata Ongen di Jakarta Senin (2/4).


"Komisi B DPRD DKI akan panggil Satpol PP dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Saya akan minta ditertibkan. Kalau, tidak awas saja. Ingat ini jelang bulan puasa," tegas dia

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI itu, ini cukup ironis lantaran operasional kafe juga tidak mengindahkan lingkungan sekitar karena mereka biasa baru tutup sekitar pukul 03.00 WIB.

Ia mencontohkan, di Ciracas, Jatinegara, Pulogadung, dan beberapa tempat lainnya.  Warga di sana, kata Ongen, mengaku setiap malam selalu terganggu oleh bisingnya musik yang berasal dari sejumlah kafe tersebut. Kafe liar itu biasa buka pukul 20.00, dan baru tutup pukul 03.00.

"Warga khawatir jika kafe liar itu tidak ditertibkan, akan merusak moral remaja sekitar. Terlebih kafe-kafe itu juga diduga menyediakan wanita penghibur," tambahnya.

Menurut dia, kafe tidak boleh berdiri di tengah lingkungan warga. Terlebih di kawasan tersebut banyak berdiri sekolah, mulai dari TK, SD, hingga perguruan tinggi.

"Saya juga akan minta ke Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, untuk perintahkan jajarannya menertibkan," tandas Ongen.[wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya