Berita

Foto: Kwarnas Gerakan Pramuka

Nusantara

Pramuka Distribusi Bantuan Untuk Korban Kebakaran Taman Kota

SENIN, 02 APRIL 2018 | 07:51 WIB | LAPORAN:

Kebakaran yang melanda daerah sekitar Taman Kota, Jakarta Barat Kamis malam (29/3) merupakan yang terbesar kedua di sepanjang tahun ini.
Karenanya, bencana ini mendapat perhatian cukup serius dari berbagai pihak, tidak hanya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga Gerakan Pramuka.

Satgas Pramuka Peduli dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Barat langsung ikut ambil bagian pada hari pertama kejadian kebakaran. Dengan melakukan koordinasi bersama BNPB, Pramuka Peduli ikut melakukan assessment dan membantu pengamanan untuk sterilisasi lokasi dari kerumunan warga.

"Di hari pertama teman-teman Pramuka Peduli dari Kwarcab Jakarta Barat sudah langsung turun ke lokasi bencana. Langkah yang pertama kita lakukan adalah sterilisasi lokasi dari kerumunan warga agar tidak menambah banyak korban," ujar Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Jakarta Barat, Ahmad Yusuf Kurniawan dalam keterangannya.

"Di hari pertama teman-teman Pramuka Peduli dari Kwarcab Jakarta Barat sudah langsung turun ke lokasi bencana. Langkah yang pertama kita lakukan adalah sterilisasi lokasi dari kerumunan warga agar tidak menambah banyak korban," ujar Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Jakarta Barat, Ahmad Yusuf Kurniawan dalam keterangannya.

Di hari selanjutnya, Pramuka Peduli dari Kwarcab Jakarta Barat mendirikan posko bantuan di sekitar lokasi kebakaran. Posko tersebut digunakan untuk koordinasi dan mempermudah kerja Pramuka Peduli, sekaligus menampung segala jenis bantuan untuk para korban dari berbagai Gugus Depan yang ada di wilayah Jakarta.

"Kegiatan Pramuka Peduli di sini juga ikut mendistribusikan bantuan kepada para korban. Di antaranya beras, air mineral. Sembako seperti teh, kopi, gula, pakaian layak pakai, pakaian sekolah, pakaian balita, alat tulis sekolah, mie instan, selimut, dan pempers," jelasnya.

 Selain mendistribusikan bantuan, Pramuka juga ikut membantu warga membersihkan sampah dan puing-puing kebakaran.

Pramuka Peduli juga aktif berperan mengembalikan mental dan kepercayaan diri warga dalam menjalani hidup pasca bencana, yakni dengan kegiatan Trauma Healing terutama untuk anak-anak dan orang tua lanjut usia. Pramuka menghibur mereka dengan berbagai permainan yang mengasyikkan.

Kegiatan aksi Pramuka Peduli ini terus dilakukan sampai masa tanggap darurat dinyatakan selesai oleh BNPB.

Ahmad Yusuf mengatakan, pihaknya sangat terbuka untuk menerima bantuan dari masyarakat luar bila ingin membantu para korban. Sebab sampai saat ini banyak warga yang masih tinggal di penampungan atau tenda pengungsi.

Melalui Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) Eko Sulistio, Kwarnas memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan alat pelindung diri buat para relawan.

"Kami memberikan bantuan bahan pokok seperti minyak goreng, beras, makanan, air mineral dan sembako. Alat pelindung diri (APD) buat para relawan yang bergerak di lokasi juga kita bagikan. Bantuan yang kita berikan ini tidak lain untuk memperkuat Pramuka Peduli, sehingga bisa optimal ketika turun ke masyarakat atau lokasi bencana. Semoga bisa bermanfaat," jelasnya.

Akibat kebakaran itu, 501 KK dan 2504 warga kehilangan tempat tinggal. Bahkan dua orang dikabarkan meninggal, dan satu petugas pemadam kebakaran mengalami luka parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kerugian pun mencapai miliaran rupiah.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya