Berita

Foto: Ist

Nusantara

Guru Diniyah Ciamis Tuntut Kesejahteraan dan Ruang Kelas

Uu Janji Tingkatkan Kualitas Pesantren
SABTU, 31 MARET 2018 | 22:09 WIB | LAPORAN:

Sejumlah warga, terutama guru dinniyah menuntut kesejahteraan dan ruang kelas yang layak di madrasah.

Dadang Gowi, salah seorang guru diniyah Kabupaten Ciamis, menjelaskan bahwa selama ini pemerintah masih tidak memperhatikan kondisi guru diniyah.

"Tidak ada gaji, padahal peran kami sama dengan guru lainnya, yakni mencerdaskan bangsa terutama dalam keimanan dan ketakwaan,” kata dia di Gedung PGRI, Desa Banjarsari.


Kepada, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Rhuzanul Ulum, Danang berpesan agar dapat memperhatikan kesejahteraan guru dinniyah dan fasilitas Pendidikan di madrasah.

"Guru dinniyah seharusnya diperlakukan sama dengan guru SD lainnya. Jika mereka mendapat tunjangan sertifikasi dan guru honorer mendapat SK dari pemerintah daerah, kenapa guru diniyah sama sekali tidak," jelasnya.

Uu prihatin dengan kondisi yang dihadapi para guru diniyah di Ciamis. Hal itu berbeda jauh dengan perhatian pemerintah daerah di Kabupaten Tasikmalaya. Di wilayah yang dipimpinnya, sekitar 28 guru diniyah dibantu honor 100 ribu per orang.

"Memang tidak besar, tapi itu bentuk bantuan dari pemerintah yang bisa terus menerus ditingkatkan,” kata Kang Uu kepada sekitar 200-an warga yang hadir.   

Uu menjelaskan, program Rindu (Ridwan Kamil-Uu) dalam hal meningkatkan kesejahteraan Pendidikan agama adalah dengan membuat Perda Pesantren.

Perda itu mengatur soal keberpihakan pemerintah provinsi yang lebih besar pada dunia Pendidikan dan prasarana pesantren, termasuk mensejahterakan para guru pesantren serta guru ngaji.

"Jadi, ke depan, Pendidikan itu tak hanya meningkatkan kualitas sarana dan prasarananya saja, tapi juga akan memperhatikan kesejahteraan para guru, terutama guru-guru diniyah ini,” ujar Bupati Tasikmalaya yang meraih penghargaan sebagai Pembina Desa Terbaik di Indonesia dari Kemendagri. [sam]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya