Tokoh nasional Rizal Ramli menjadi salah seorang narasumber dalam Kongres Umat Islam yang digelar di Asrama Haji, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (31/3).
Sebelum berbicara di kongres, ekonom senior ini menyempatkan diri melihat-lihat kawasan Kesawan di pusat kota Medan. Saat makan siang di Restoran Tip Top yang legendaris itu Rizal dengan tekun mendengarkan kisah tempat makan itu dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, Hermansjah.
Restoran Tip Top didirikan pada tahun 1934 dan menjadi salah satu tempat bergengsi di era kolonial.
Rizal memilih menu bistik lidah dan jus martabe, merkisa terong Belanda, yang direkomendasikan pramusaji. Bagi Rizal, martabe bukan kata yang asing.
"Martabe ini juga singkatan marsipature hutanabe yang berarti mari kita bersama membangun kampung halaman," kata dia.
Rizal juga mengingat martabe sebagai gerakan yang dipopulerkan pada masa Gubernur Sumut Raja Inal Siregar.
"Semangat martabe ini penting kita adopsi secara nasional. Mari kita bangun bangsa dan negara kita," sambungnya.
Setelah makan siang, Rizal menyempatkan diri menuliskan pokok-pokok pikiran yang akan disampaikannya di hadapan ulama Sumut.
"Saya akan mengajak kita semua menyadari bahwa kini kita berada di persimpangan jalan, antara jalan kebangkitan dan kemerosotan. Kalau salah langkah, bisa gawat," ujarnya sambil menyeruput kopi hitam yang disuguhkan.
Dari Tip Top, Rizal Ramli berjalan kaki ke Rumah Tjong A Fie yang hanya berjarak sekitar 100 meter. Rizal tak sungkan berjalan di bawah terik matahari, dan menyeberangi jalan yang dipadati arus kendaraan.
Tiba di teras Rumah Tjong A Fie, Rizal Ramli disambut seorang wanita.
"Pak Rizal ya? Saya tahu. Sering lihat di TV," ujar wanita yang memperkenalkan diri sebagai Mimi Tjong. Ia adalah cucu Tjong A Fie yang kini mengelola rumah keluarga itu sebagai museum.
Mimi Tjong adalah anak dari Tjong Kwet Liong. Di ruang utama rumah itu, dia memperlihatkan foto keluarganya.
"Ini ayah saya," ujar Mimi Tjong menunjuk seorang anak di dalam foto keluarga Tjong A Fie yang tergantung di salah satu dinding.
Puas berkeliling Rumah Tjong A Fie, Rizal Ramli kembali menyusuri Jalan Ahmad Yani. Sejumlah warga yang berpapasan dengannya tak sungkan menyapa. Ada juga yang mengajak selfie bersama.
Seorang pria yang mengaku bernama Ali tak dapat menutupi rasa senangnya bisa berfoto bersama Rizal Ramli.
Dia tak menyangka Rizal Ramli yang kerap dilihatnya tampil di layar televisi dengan berbagai kritik, ternyata juga tidak sombong dan tak sungkan berjalan kaki di siang hari bolong serta menyambut uluran tangan masyarakat.
"Salut dan bangga kita ada tokoh nasional yang benar-benar peduli dengan kondisi warga," kata dia.
Dari Jalan Ahmad Yani, Rizal bergerak menuju Hotel Aston di depan Lapangan Merdeka tempat ia menginap di Medan, dan selanjutnya menuju Asrama Haji di Jalan AH Nasution untuk bertemu dengan ulama Sumatera Utara.
[sam]