Banyuwangi akan mengawali event olah raga berbalut wisata tahun 2018 ini dengan Underwater Festival, yang salah satunya akan menampilkan Gandrung Menari di Dasar Laut.
Festival bawah laut ini akan digelar di salah satu destinasi bahari favorit di Banyuwangi, yakni Bangsring Underwater, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Festival akan berlangsung selama tiga hari, Kamis - Sabtu (4-6 April 2018).
"Semua even rata-rata akan digelar Rabu, kecuali lomba lari dan penulisan karya ilmiah dilaksanakan di hari terakhir. Gandrung bawah laut akan mengawali acara pada Rabu besok," Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda, Sabtu (31/3).
Nantinya ada sekitar 12 penari akan menari gandrung dengan dilengkapi peralatan selam.
"Saat ini para 'gandrung penyelam' ini terus mematangkan persiapan untuk menari gandrung di dasar laut," kata Bramuda.
Selain menari gandrung di dasar laut, juga akan digelar kegiatan saintifik berupa monitoring ikan nemo selama 48 jam nonstop. Penyelaman dan pengamatan ikan karang (nemo) nonstop ini, nantinya juga berupaya untuk meraih Rekor MURI.
"Penyelamatan dan pengamatan ikan Nemo ini nantinya akan dinilai untuk dapat Rekor MURI," sambungnya
Sebelumnya Bangsring Underwater juga pernah mencatat Rekor MURI, pada Banyuwangi Underwater Festival 2016 lalu. Sebanyak 56 nelayan Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo itu, berhasil menyelam selama 28 jam di Perairan Bangsring, yang digelar selama dua hari. Para nelayan ini secara bergantian melakukan penyelaman selama 30 menit.
Dalam pengamatan Nemo ini, juga turut serta tim dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) Malang. Acara ini juga akan dimeriahkan kompetisi underwater photography bagi penggemar fotografi bawah laut.
[mel]