Berita

Nono Sampono/Net

Politik

Pimpinan Senator Akui Kesejahteraan Dan Keadilan Masih Jauh Dari Harapan

SABTU, 31 MARET 2018 | 07:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengatakan nilai-nilai kearifan lokal yang masih relevan dengan perkembangan zaman harus dipelihara. Hal itu merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan budaya dan ideologi negara.

"Hadirnya negara Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perjuangan dan keikhlasan kesultanan dan kerajaan nusantara yang mewakafkan wilayahnya untuk bergabung dalam sebuah NKRI," sebut Nono saat memberi sambutan pada acara Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN) di Pendopo Kedaton Kesultanan, Ternate, Maluku Utara, Jumat (30/3).

Apalagi, sambungnya, keberadaan Keraton Kesultanan Ternate menunjukkan betapa berpengaruhnya di abad 13 sampai 19. Pengaruh Kesultanan Nusantara dalam politik internasional di masa itu, dapat dilihat dari hubungan diplomasi yang terjalin antara Kesultanan Nusantara dengan berbagai Kesultanan dan Kerajaan di kawasan Asia dan Eropa seperti China, Arab dan Turki.


"Dalam teori hubungan internasional, hubungan diplomasi hanya bisa dibangun antara negara yang sama-sama berdaulat dan memiliki kepentingan politik yang sama," tegas Nono.

Terlepas dari itu, Senator asal Maluku itu menjelaskan bahwa kesejahteraan dan keadilan di Indonesia saat ini memang masih jauh dari harapan. Namun harus tetap optimis, bahwa Indonesia hari ini haruslah lebih baik dari Indonesia di masa lalu.

"Indonesia di hari esok harus lebih baik dari Indonesia di hari ini," tuturnya dalam keterangan Humas DPD.

Selain itu, DPD RI dengan hak inisiatif sedang memperjuangkan beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi Undang-Undang (UU), antara lain RUU Daerah Kepulauan dan RUU Pengakuan dan Pelindungan Hak Masyarakat Adat.

"Dengan demikian masyarakat yang berada di daerah kepulauan dan masyarakat adat dapat merasakan kehadiran negara," kata Nono.

Nono berharap dengan disahkannya RUU Daerah Kepulauan serta RUU Pengakuan dan Pelindungan Hak Masyarakat Adat. Masyarakat yang berada di wilayah Provinsi maupun Kabupaten kepulauan akan dapat merasakan manfaat dari percepatan pemerataan pembangunan di berbagai sektor. Khususnya sektor kesehatan, sektor pendidikan dan sektor perhubungan.

Wakil Ketua DPD RI ini juga mengharapkan agar masyarakat adat diakui hak-haknya oleh negara, seperti hak kepemilikan atas tanah, baik individu atau komunal, maupun hak tanah ulayat serta hak mendapatkan layanan pendidikan yang berakar pada kearifan lokal. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya