Berita

Foto/Net

Nusantara

Ulama Tapal Kuda Dukung Khofifah-Emil

SABTU, 31 MARET 2018 | 07:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kunjungan Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Kabupaten Probolinggo disambut dengan dukungan dari para kiai dan ulama wilayah Tapal Kuda. Kiai yang tergabung dalam Aliansi Ulama Tapal Kuda.

Sejumlah ulama tersebut mendatangi Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini saat bersilaturahmi ke Pesantren Nurul Qodim, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (30/3). Sekretaris Jenderal Aliansi Ulama se Tapal Kuda, Ustaz Sufai menilai Khofifah adalah sosok ulama wanita yang pantas memimpin Jawa Timur ke depan.

"Kami sangat mendukung Khofifah-Emil. Bu Khofifah sangat pantas memimpin Jawa Timur melihat beliau cerdas, mengerti agama juga pengalaman," kata Ustaz Sufai dalam keterangan yang dikirim ke redaksi, Jumat (31/3).


Sufai yakin Khofifah adalah sosok yang bisa memimpin Jawa Timur. Sufai berharap Khofifah bisa membenahi sistem pendidikan yang dinilai belum memberi dukungan kepada pesantren.

"Diharapkan ada perhatian kepada pesantren. Selama ini tanpa ada kontribusi dari pemerintah untuk pesantren. Kalau Bu Khofifah insyaAllah ada perhatian, tidak ditinggal," tuturnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah ulama dan kiai dari wilayah Tapal Kuda. Dari mulai KH. Hasan Abdul Jalal Hasyim, KH. Syamsudin Noer, KH. Abdul Hadi Nur hingga pimpinan Majlis Syubbanul Muslimiin KH. Hafidzul Hakim Noer.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah mengatakan menjalin silaturrahmi kepada ulama dan kiai adalah bagian dari doa. Silaturahmi dengan para ulama disebut penting.

"Seluruh proses silaturrahim ini akan menjadi silaturruuh. Nyambung jiwa, olah rasa. Jadi silaturruh itu sambung doa. Ada rasa yang terbangun dan ada doa yang akan dimunajatkan," pungkas Khofifah.

Khofifah mengatakan pesantren adalah basis dari pembentuk kesadaran pancasila di masyarakat. Sehingga, membenahi infrastruktur dan menjamin kesejahteraan guru-guru pesantren adalah kewajiban.

"Pancasila pertama mengajak kita, peneguhan aspek-aspek spritiualitas dan religiusitas terbangun cukup kuat di pesantren-pesantren. Kalau infrastruktur bisa terbangun dengan baik. Saya rasa prosesnya akan lebih kualitatif dan representatif," ucap Khofifah.

Komitmen Khofifah untuk memberi kesejahteraan pesantren ini termaktub dalam Jatim Berkah. Dalam Nawa Bhakti kelima ini, Khofifah-Emil mengagas penguatan peran Pondok Pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan menyediakan beasiswa S2 khusus guru diniyah.

"Di dalam Nawa Bhakti Satya Kita sudah menyebut apakah Bosda Madin (Bantuan Operasional Madrasah Diniyyah) ataukah guru Madin, kita ingin meningkatkannya, sampai dengan S2," pungkasnya. [rus]

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya