Komunitas Pemuda Muslim yang tergabung dalam Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) berkolaborasi dengan Wave meluncurkan aplikasi mobile yang diberi nama Salam.
Tujuan aplikasi mobile ini untuk terus mengukuhkan ukhuwah pemuda muslim.
Peluncuran aplikasi Salam disaksikan langsung Ketua Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rudiantara yang juga merupakan menteri komunikasi dan informatika.
"Aplikasi Salam merupakan wadah untuk memudahkan komunitas muslim dalam menghadiri berbagai kegiatan remaja masjid di seluruh Indonesia," kata perwakilan ISYEF Andi Nai di Masjid Agung At-Tin Jakarta, Jumat (30/3).
Dia berharap kehadiran aplikasi Salam bisa memperkuat ukuwah Islamiyah terutama di kalangan anak muda muslim Indonesia.
Ketua Pimpinan Pusat DMI Rudiantara mengapresiasi peluncuran aplikasi Salam yang digagas komunitas pemuda muslim yang tergabung dalam ISYEF.
"Pemerintah nembuka seluas-luasnya kesempatan untuk pemuda pemudi muslim dalam berinovasi di bidang apapun. Salah satunya adalah start up, seperti aplikasi Salam ini, karena Indonesia pada tahun 2030 akan diperkirakan menjadi salah satu dari negara lima besar dengan kekuatan ekonomi dunia. Dan pemuda pemudilah yang akan merasakannya nanti," jelas Rudiantara.
ISYEF sendiri yang terdiri dari 98 komunitas pemuda muslim akan melaksanakan hajat besar pada 15 April mendatang di Gedung Perpusnas RI untuk melahirkan usaha baru di masjid-masjid yang digawangi oleh anak muda. Kegiatan itu rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Insya Allah wakil presiden RI akan hadir untuk memberikan pengetahuan dan pengalamannya di hadapan peserta ISYEF yang terdiri dari remaja masjid, komunitas dakwah pemuda, dan lembaga dakwah kampus se-Indonesia," beber Fariz Pradana selaku ketua panitia acara.
[nes]