Berita

Dito Ganinduto/Net

Politik

Jelang Puasa, Jangan Ada Lagi Ikan Terkontaminasi Cacing

JUMAT, 30 MARET 2018 | 00:48 WIB | LAPORAN:

Temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) atas 27 merk ikan makarel yang mengandung cacing diharapkan tidak terulang lagi di kemudian hari.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto meminta agar ada pemeriksaan terhadap makanan yang ada di pasaran secara berkala. Dengan begitu, diharapkan, semua makanan yang beredar di masyarakat aman.

"BPOM dan Pemerintah Daerah setempat harus proaktif untuk mencegah perdagangan seperti ini. Badan POM harus sering melakukan pemeriksaan dan melakukan evaluasi mengenai kualitas makanan tersebut. Makanan yang mengandung cacing maupun kedaluwarsa ini kan dampaknya kepada masyarakat," jelasnya, Kamis (29/3).


Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menduga, ikan makarel yang mengandung cacing tersebut diimpor dari China. Sebab, di Indonesia, tidak ada jenis ikan tersebut.

"Jadi, apabila ada perusahaan importir atau yang terbukti menjual makanan yang mengandung cacing atau makanan kedaluwarsa maka harus diambil tindakan tegas. Sehingga, ke depan tidak terjadi kejadian seperti saat ini," tambah politisi Golkar itu.

Pemeriksaan terhadap makanan yang beredar harus diintensifkan dari sekarang. Sebab, sekitar 1,5 bulan lagi akan memasuki Bulan Ramadan. Dia meminta agar kasus serupa tidak terjadi lagi saat puasa.

"Menjelang Puasa dan Lebaran, tentu kualitas makanan harus betul-betul dapat diawasi dengan baik. Bagi perusahaan yang terbukti melanggar, harus diberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin dan denda," tandasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya