Berita

Jusuf Kalla/Net

Politik

PILPRES 2019

Nyawa Poros Ketiga di Tangan JK

KAMIS, 29 MARET 2018 | 22:39 WIB | LAPORAN:

Sejumlah pihak mendorong agar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) maju menjadi calon presiden dalam Pilpres 2019 mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai kesamaan kekuatan yang dimiliki Jusuf Kalla dengan Presiden Joko Widodo justru membuka peluang terbukanya poros ketiga.

"JK itu kan punya kekuatan, kemampuan, sumber daya, yang mirip dengan Jokowi. Jadi artinya dia bisa saja mengalihkan dukungannya ke poros yang lain, bisa bikin poros ketiga atau mendukung poros Prabowo," ujarnya kepada Kantor berita politik RMOL, Kamis, (29/3).


Bukan cuma itu, peran JK yang sentral di Golkar juga menjadi peluang terbukanya poros baru atau poros ketiga, meski partai berlambang pohon beringin dan JK memiliki perbedaan pendapat di Pilpres 2019.

"JK gak akan tergantung golkar,  justru maju bareng Golkar dia kalah terus,  jadi Golkar akan sendiri sementara JK juga bisa jalan sendiri. Nanti ada saat salah satu berhasil, mereka akan bersatu lagi," tambahnya

"Misalkan kayak 2004, Golkar jalan sendiri, JK sama SBY. JK menang jadi wapres, ya akhirnya Golkar balik ke JK. Dia jadi ketua umum, menggantikan Akbar Tanjung," lanjutnya.

Menurut pendiri lembaga survei KedaiKOPI ini, nyawa poros ketiga sesungguhnya berada di tangan JK, terlebih jika dirinya tak mendukung Jokowi ataupun Prabowo.

"Kalau JK kemudian tidak bersama jokowi, tapi kemudian tidak mendukung Prabowo, dan ingin membuat poros baru, inilah nyawa dari poros ketiga tersebut," tandasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya