Berita

Rizieq Shihab/net

Politik

PA 212 Bingung Kiai Said Tidak Dukung Rizieq Jadi Capres

RABU, 28 MARET 2018 | 21:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Persaudaraan Alumni gerakan 212 (PA 212) mengkritik Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj.

Sebabnya, Said Aqil berkomentar miring tentang peluang pencalonan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab, di Pilpres 2019.

Ketika diwawancara wartawan dua hari lalu, Kiai Said malah meminta Rizieq untuk lebih dulu pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan perkara hukumnya di kepolisian. Pernyataan Said merespons pernyataan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang menilai Rizieq Shihab berpeluang untuk maju sebagai capres.


Ucapan menyentil Rizieq itulah yang membuat PA 212 berang.

“Saya bingung Kiai Said kok bukan malah mendukung Habaib atau ulama yang notabene juga dari kalangan nahdliyin untuk menjadi capres atau cawapres,” ungkap Ketua Bidang Advokasi PA 212, Damai Hari Lubis, dalam pesan singkatnya, Rabu (28/3).

Menurut Damai, Rizieq terbukti sebagai imam besar umat Islam yang mampu menggerakkan massa ke dalam gerakan 212 tahun 2016 lalu. Karena itu, pencalonan Rizieq di 2019 layak didukung para ulama dan bukan sebaliknya.

"Kiai Said harusnya memberi apresiasi kepada HRS (Habib Rizieq Shihab) sebagai calon presiden RI,” terangnya.

Ia tegaskan, PA 212 menilai kasus hukum "chat mesum" yang ditimpakan kepolisian pada Rizieq adalah rekayasa hukum alias fitnah kepada ulama.

"Beliau juga tidak pernah tersangkut hukum, tidak menerima kewarganegaraan di luar WNI, jadi bisa menjadi capres atau cawapres," tambah Damai. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya