Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyatakan petani di negeri ini masih didominasi oleh petani usia lanjut.
Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk mendorong agar pemuda di pedesaan bisa ikut andil dalam memajukan pertanian di daerahnya masing-masing.
Ketua Pemuda Tani, Rina Sa'adah mengatakan, sejak Pemuda Tani dibentuk tahun lalu, pihaknya berambisi meningkatkan kapasitas, harkat dan martabat, serta kesejahteraan pemuda, penduduk pedesaan serta pelaku agribisnis di republik ini.
"Untuk bisa merealisasikan dan mencapai tujuan itu, kami pun nantinya melakukan pendampingan program pertanian. Mempercepat pembangunan pertanian dan menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional. Membantu HKTI dalam mensukseskan program pertanian Indonesia," kata Rina di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Rabu (28/3).
Rina menyebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 mencatat, sektor pertanian lebih didominasi petani dengan usia lanjut. Kelompok petani usia di bawah 34 tahun hanya berjumlah 3,36 juta atau hanya 12,85%, dari total 26,14 juta rumah tangga petani.
Selebihnya merupakan petani dengan usia 34 tahun ke atas atau 87,14%. Sementara data lain menyebutkan, usia petani Indonesia pada 2013 terdiri 61,8 persen berusia lebih 45 tahun, 26 persen berusia 35-44 tahun dan 12 persen berusia kurang dari 35 tahun.
Atas data tersebut, kata Rina, pihaknya menggelar acara Rapat Koordinasi Nasional Pemuda Tani HKTI mengambil tema besar "Dari Pemuda Untuk Pertanian Indonesia" yang digelar pada hari ini.
[dem]