Berita

Politik

Gerindra Kasih Saran Ke Jokowi Cara Utang Tidak Terus Membengkak

RABU, 28 MARET 2018 | 19:53 WIB | LAPORAN:

Utang luar negeri Indonesia saat ini sudah mencapai lebih dari Rp4 ribu triliun. jika pemerintah tak segera mengambil langkah antisipatif bukan tidak mungkin utang bisa tembus hingga angka Rp5 ribu triliun.

Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan menilai ada beberapa langkah yang harus segera diambil pemerintah agar utang tidak semakin membengkak.

"Pertama mengevaluasi efektifitas defisit APBN yang diakibatkan oleh kebijakan fiskal ekspansif," kata dia dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (28/3).


Heri menambahkan idealnya, ekspansi fiskal yang dilakukan pemerintah selama ini harusnya berdampak pada peningkatan produktifitas yang diantaranya tercermin pada peningkatan penerimaan negara dan menurunnya pembiayaan defisit ke depan.

"Jangan sampai yang terjadi, defisit keseimbangan primer justru semakin membengkak," ujarnya.

Langkah kedua, lanjutnya, pemerintah harus tegas menetapkan kriteria atau prasyarat suatu program maupun proyek yang boleh dibiayai dengan utang. Di samping untuk menjamin efektif meningkatkan produktifitas, juga harus mampu mengembalikan beban bunga dan cicilan utang.

Ketiga, tambahnya, pemerintah perlu mengembangkan berbagai strategi alternatif pembiayaan guna tetap menjaga kesinambungan fiskal. Jangan sampai terus bergantung pada Surat Berharga Negara (SBN) dan instrumen utang lainnya yang proposirnya mencapai lebih dari 80 persen dari total pembiayaan defisit.

"Jika pemerintah terus-menerus menumpuk utang, maka hasilnya rasio total utang pemerintah akan terus meningkat yang ujungnya akan menjadi beban fiskal pada tahun-tahun selanjutnya. Jangan sampai gali lobang, tutup lobang," kata Heri.

Keempat, lanjut politisi Partai Gerindra ini, pemerintah tetap harus terus meningkatkan tax ratio Indonesia yang masih sangat rendah. Peningkatan itu kata dia bisa dilakukan dengan meningkatkan tingkat kepatuhan pembayaran pajak, terutama perusahaan-perusahan besar.

"Pemerintah jangan hanya berani mengejar wajib pajak dengan nominal kecil saja. Yang besar-besar termasuk perusahaan asing terkesan dibiarkan," ketus Heri.

Kelima, lagi-lagi Heri menambahkan, pemerintah harus konsisten untuk mengendalikan defisit dan rasio utang serta berupaya secara sungguh-sungguh untuk mendorong keseimbangan primer menuju positif lewat optimalisasi pendapatan dan peningkatan kualitas belanja.

"Keenam, pemerintah jangan terlena dengan rasio utang terhadap PDB yang kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Pemerintah harus melihatnya dari sudut kontribusi domestik kita seperti apa dan kemampuan untuk membayar utang jatuh tempo dengan salah satu indikatornya adalah tax ratio," pungkas anak buah Prabowo Subianto ini. [nes]



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya