Berita

AHY dan TGB/Net

Politik

Isu Buzzer TGB Sebatas Warganet, Bukan Suara Elit

RABU, 28 MARET 2018 | 09:46 WIB | LAPORAN:

Pengamat politik M. Qodari menilai isu buzzer Tuan Guru Bajang (TGB), dengan membandingkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan TGB sekalipun akan sulit untuk mendapatkan dukungan di partai Demokrat.

Pasalnya, suara yang keluar bukan berasal dari para elit Demokrat, melainkan sebatas suara warganet.

"Netizen (warganet) itu harap paham, bahwa partai Demokrat itu, ibarat perusahaan, perusahaan keluarga, bukan perusahaan terbuka, kalau di Golkar, ngomong begitu boleh-boleh saja, ibarat perusahaan, Golkar perusahaan terbuka.


Dalam kondisi seperti itu, akan sulit TGB untuk mendapat endorsement dari partai demokrat," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu, (28/3).

Elektabilitas AHY yang jauh lebih unggul secara kualitatif dan kuantitatif juga menyulitkan TGB untuk mendapatkan dukungan dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Jadi saya hanya melihatnya sebagai suara nitijen, sebagai suara pendukung TGB, tapi mungkin akan berbenturan dengan realitas internal di partai Demokrat," tandasnya.

Meski TGB memiliki prestasi baik, dengan pernah menjabat sebagai Gubernur NTB dua periode, namun hal itu dinilai Qodari belum bisa menjadikan partai Demokrat meliriknya.

"Proses penetapan sangat didonimiasi keputusan elite, jadi saya pribadi apresiasi, kinerja dan pencapaian seorang TGB, tapi itu belum sampe ke level yang membuat elite politik apalagi partai demokrat itu bisa berpaling," jelasnya.

"Kalaupun iya, barangkali TGB lebih mungkin lewat partai lain, tapi dukungan pada TGB itu dari partai lain baru akan terjadi kalau dukungannya tinggi," tutupnya. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya