Berita

Politik

PSI: Peringatan Dan Ancaman Konflik Bukan Cara Elok Berpolitik

RABU, 28 MARET 2018 | 01:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kicauan petinggi Partai Gerindra kembali menuai kritik dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jika sebelumnya, PSI mengkritik pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kini mereka mengkritik kicauan Wakil Ketua Umum Fadli Zon di akun Twitter @fadlizon.

Jurubicara PSI, Rian Ernest mengkritik kicauan Fadli tentang skenario kehancuran suatu negara. Dalam kicauan Minggu (25/3) lalu itu, Fadli menyebut bahwa ada pihak yang ingin Indonesia pecah dan sudah merancang skenario. Fadli mengajak bangsa ini untuk waspada pada kepentingan-kepentingan asing yang merancang skenario itu.

Menurutnya, Indonesia yang kuat dan berdaulat harus dipimpin seorang visioner.


"Punya gagasan dan ide-ide besar, ngerti bagaimana membawa perubahan menuju kemakmuran," jelas Fadli.

Menanggapi hal itu, Ernest menilai bahwa kicauan Fadli sama saja dengan pidato Prabowo. Kedua petinggi Gerindra, sama-sama tidak menawarkan hal yang baru dalam optimisme dan tawaran kebijakan publik, selain dari “warning-warning”.

"Warning yang terus diulang-ulang, salah satunya dengan cuitan bung Fadli Zon yang dimuat di berita ini, kembali membuat generasi optimis terheran," jelasnya dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Selasa (27/3).

Tentang ancaman asing yang ingin mengambil keuntungan dari Indonesia, Ernest tidak menafikkan bahwa hal itu memang ada. Sebab, Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya alam yang besar dan populasi yang besar.

Namun demikian, Ernest menilai bahwa hal terpenting dalam membangun bangsa ini adalah menularkan virus optimisme, khususnya kepada kaum muda.

"Sementara warning, ancaman dan hal-hal bernafaskan konflik merupakan cara yang tidak elok dalam berpolitik," tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya