Kicauan petinggi Partai Gerindra kembali menuai kritik dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jika sebelumnya, PSI mengkritik pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kini mereka mengkritik kicauan Wakil Ketua Umum Fadli Zon di akun Twitter @fadlizon.
Jurubicara PSI, Rian Ernest mengkritik kicauan Fadli tentang skenario kehancuran suatu negara. Dalam kicauan Minggu (25/3) lalu itu, Fadli menyebut bahwa ada pihak yang ingin Indonesia pecah dan sudah merancang skenario. Fadli mengajak bangsa ini untuk waspada pada kepentingan-kepentingan asing yang merancang skenario itu.
Menurutnya, Indonesia yang kuat dan berdaulat harus dipimpin seorang visioner.
"Punya gagasan dan ide-ide besar, ngerti bagaimana membawa perubahan menuju kemakmuran," jelas Fadli.
Menanggapi hal itu, Ernest menilai bahwa kicauan Fadli sama saja dengan pidato Prabowo. Kedua petinggi Gerindra, sama-sama tidak menawarkan hal yang baru dalam optimisme dan tawaran kebijakan publik, selain dari “warning-warningâ€.
"Warning yang terus diulang-ulang, salah satunya dengan cuitan bung Fadli Zon yang dimuat di berita ini, kembali membuat generasi optimis terheran," jelasnya dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Selasa (27/3).
Tentang ancaman asing yang ingin mengambil keuntungan dari Indonesia, Ernest tidak menafikkan bahwa hal itu memang ada. Sebab, Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya alam yang besar dan populasi yang besar.
Namun demikian, Ernest menilai bahwa hal terpenting dalam membangun bangsa ini adalah menularkan virus optimisme, khususnya kepada kaum muda.
"Sementara warning, ancaman dan hal-hal bernafaskan konflik merupakan cara yang tidak elok dalam berpolitik," tukasnya.
[ian]