Rizal Ramli/Net
Rizal Ramli/Net
Ekonom senior Dr Rizal Ramli menjelaskan bahwa kesalahan Sri Mulyani itu sudah dimulai saat menjabat Menteri Keuangan era Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kala itu, Sri Mulyani menyepakati penerbitan utang kepada asing dengan bunga sekitar dua persen lebih tinggi dibandingkan surat utang yang diterbitkan negara-negara yang peringkat surat utangnya lebih rendah dari Indonesia seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam.
"Dia terbitkan bond (surat utang) 42 miliar dolar AS, tapi hampir 11 miliar dolar AS ekstra bunga yang harus masyarakat bayar. Saya minta Sri Mulyani tukar bond dengan pembiayaan yang lebih murah, karena harusnya Indonesia di bawah Thailand, Vietnam, dan Filipina," jelasnya saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi XI DPR, Senin (26/3).
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 11:56
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
UPDATE
Kamis, 09 April 2026 | 06:16
Kamis, 09 April 2026 | 06:04
Kamis, 09 April 2026 | 05:36
Kamis, 09 April 2026 | 05:26
Kamis, 09 April 2026 | 05:10
Kamis, 09 April 2026 | 04:20
Kamis, 09 April 2026 | 04:16
Kamis, 09 April 2026 | 04:01
Kamis, 09 April 2026 | 03:30
Kamis, 09 April 2026 | 03:28