Berita

Foto/Net

Dunia

Indonesia Jadi Pengamat Pilpres Rusia 2018

SELASA, 20 MARET 2018 | 03:04 WIB | LAPORAN:

Delegasi Indonesia hadir sebagai pengamat pemilihan umum Presiden Rusia yang berlangsung tanggal 18 Maret 2018 di Rusia.

Delegasi tersebut yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim dan mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie.

Dalam kesempatan itu, Vasily Likhachev, anggota KPU Rusia menyampaikan apresiasi atas kahadiran Indonesia sebagai pemantau pada pemilihan presiden 2018 saat bertemu dengan delegasi KPU Indonesia di Kantor KPU Rusia hari Sabtu (17/03/2018) lalu.


Vasily Likhachev yang pernah berkunjung ke Indonesia mengharapkan pengembangan kerja sama dengan Indonesia, seperti adanya suatu perjanjian kerja sama antara KPU Rusia dengan KPU Indonesia.

Indonesia ikut serta sebagai pengamat bersama lebih dari 1500 orang pengamat lainnya dari 149 negara yang diundang pihak Rusia.

Selain mendapat penjelasan tentang proses pilpres dari KPU Rusia, delegasi Indonesia juga meninjau langsung proses pemungutan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Delegasi Indonesia bersama delegasi dari negara lain meninjau TPS di daerah Kolomna, Moscow region sekitar 105 km arah tenggara Moskow," ujar Enjay Diana, Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/3).

Di kesempatan yang berbeda Arif memandang pelaksanaan Pilpres Rusia 2018 berlangsung dengan baik, termasuk masalah-masalah teknis seperti logistik yang dipersiapkan dengan baik.

Menurut Arif Rahman Hakim, terdapat pelajaran yang dapat diperoleh Indonesia dari pelaksanaan pilpres Rusia ini, antara lain penggunaaan teknologi informasi (IT) sehingga proses penghitungan bisa cepat.

"Salah satu perbedaan dengan pelaksanaan Pilpres di Indonesia adalah kertas suara. Dalam kertas suara tersebut tidak dicantumkan gambar atau foto para calon, tetapi hanya nama dan keterangan singkat para calon," ujar Arif.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia M. Wahid Supriyadi menyambut baik pemilihan Presiden Rusia 2018. Dubes Wahid yang juga mendatangi tiga TPS bersama korps diplomatik lainnya di Moskow mengharapkan hubungan dan kerja sama Indonesia dan Rusia akan lebih berkembang dan baik lagi di bawah pemerintahan presiden baru Rusia mendatang.

Selama di Moskow, Delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Rusia di Wisma Duta KBRI Moskow.

Dalam pertemuan tersebut, Jimly Asshidiqie menghimbau WNI di Rusia, khususnya para mahasiswa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

Tidak lupa Jimly mengingatkan WNI di Rusia untuk menyuseskan pemilu di Indonesia tahun 2019 ​dan turut serta dalam pengembangan hubungan antara bangsa Indonesia dan Rusia. [nes]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya